OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Atasi Masalah "Charge Hogs", Electrify America Terapkan Pengisian Daya Maksimal 85 Persen

Aliyyu - Selasa, 13 Agustus 2024
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Electrify America, salah satu penyedia stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV) terbesar di Amerika Serikat, akan menerapkan kebijakan baru yang membatasi pengisian daya hingga 85 persen dan mengenakan denda bagi pengemudi yang terlalu lama menggunakan fasilitas pengisian.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengatasi masalah "charge hogs," yaitu pengemudi yang terlalu lama mengisi daya di stasiun pengisian, sehingga mengurangi kesempatan pengguna lain untuk mengisi daya kendaraan mereka.

Baca Juga: Cara Mudah Mencari SPKLU Melalui Aplikasi, Bisa Untuk Semua Mobil Listrik

Dilansir dari Carscoops meskipun infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik terus berkembang, akses publik dan pengisian daya saat bepergian tetap menjadi tantangan besar bagi para pemilik EV.

Kekhawatiran tentang jarak tempuh yang terbatas kini digantikan oleh "charging anxiety" atau kecemasan terkait pengisian daya, terutama karena satu dari lima pengisi daya di AS dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.

Namun, bahkan ketika pengisi daya berfungsi dengan sempurna, ada kekhawatiran lain yang muncul, yaitu pengemudi yang tidak segera memindahkan mobil mereka setelah pengisian selesai.

Electrify America (Carscoops)

Untuk mengatasi hal ini, Electrify America akan mulai menerapkan kebijakan penalti bagi pelanggan yang mengisi daya melebihi 85 persen.

Menurut Robert Barrosa, Presiden Electrify America, pengisian daya cepat seharusnya tidak digunakan untuk mengisi penuh baterai, karena pengisian di atas 80 persen biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.

Kebijakan ini akan diterapkan di 10 stasiun pengisian tersibuk di California. Jika pengemudi tidak mencabut mobil mereka setelah daya mencapai 85 persen, mereka akan diberi waktu 10 menit sebelum dikenakan biaya tambahan sebesar 40 sen per menit sebagai "biaya waktu idle."

Stasiun pengisian Electrify America (Antara)

Barrosa menjelaskan bahwa perilaku pengisian daya yang ingin diubah oleh perusahaannya disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengguna mengenai perlambatan pengisian setelah baterai mencapai 80 persen.

Meskipun Tesla telah menerapkan kebijakan serupa di beberapa stasiun pengisian mereka, di mana pengisian berhenti di 80 persen, pengguna Tesla masih dapat mengabaikan batas tersebut melalui perintah di layar.

Namun, kebijakan ini mungkin akan menuai kontroversi, terutama bagi mereka yang membutuhkan daya penuh saat melakukan perjalanan jarak jauh atau memiliki mobil dengan jarak tempuh yang terbatas.

Baca Juga: Dapat Harga Subsidi, Motor Listrik Charged Rimau Resmi Raih TKDN 40 Persen

Electrify America menyatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memperluas jaringan stasiun pengisian mereka, terutama di daerah-daerah yang masih kekurangan fasilitas pengisian.

Barrosa juga menyebutkan bahwa pembatasan pengisian ini kemungkinan tidak akan diterapkan di stasiun pengisian yang berada di dekat jalan raya utama.

Apakah cara ini akan berfungsi juga di Indonesia yang tengah mengalami perkembangan masuknya berbagai jenis kendaraan listrik?

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT