KabarOto.com - Tren mobil listrik di Indonesia terus berkembang. Jika sebelumnya jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli kendaraan listrik (EV), kini calon konsumen mulai lebih memperhatikan kecepatan pengisian baterai atau charging time.
Perubahan pola pikir tersebut disampaikan Adrianto Gani, Ketua Promosi & Pemasaran Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), saat membahas perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia dalam gelaran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026.
Baca Juga: Mobil Listrik Terlaris, BYD Atto 1 Menggila Kalahkan Jaecoo J5 EV
Menurut Adrianto, PEVS 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk merasakan langsung perkembangan teknologi kendaraan listrik. Pameran ini juga menjadi ruang bagi pengguna untuk berbagi pengalaman sekaligus melihat inovasi terbaru dari para produsen.
"Tahun di mana masyarakat itu menyampaikan atau mengalami apa yang sudah mereka alami sebelumnya, apa yang akan mereka alami," ujar Adrianto di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Konsumen Mobil Listrik Kini Lebih Memperhatikan Waktu Charging
Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah pertanyaan calon pembeli mengenai kemampuan pengisian daya baterai. Konsumen tidak lagi hanya mencari tahu seberapa jauh mobil listrik dapat melaju dalam sekali pengisian, tetapi juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterainya.
"Pertanyaannya itu sudah tidak lagi jarak tempuhnya berapa kilometer, kalau baterai penuh dan sebagainya. Tapi, sudah mau beli yang cas baterai-nya berapa lama, begitu ya," kata Adrianto.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kepraktisan penggunaan menjadi faktor penting dalam memilih mobil listrik. Semakin singkat waktu pengisian daya, semakin mudah kendaraan listrik digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain kapasitas baterai dan jarak tempuh, teknologi pengisian daya pun semakin relevan bagi calon konsumen. Kemampuan fast charging, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta kebiasaan berkendara menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik.
Meski demikian, waktu pengisian baterai tetap bergantung pada sejumlah faktor, mulai dari kapasitas baterai, kemampuan pengisian daya kendaraan, hingga daya yang tersedia pada perangkat charger.
Pasar EV Indonesia Makin Ramai, Honda dan Toyota Ikut Meramaikan
Pesatnya perkembangan kendaraan listrik di Indonesia juga terlihat dari semakin banyaknya produsen otomotif yang menghadirkan model elektrifikasi. Tidak hanya merek baru, pabrikan Jepang yang selama ini dikenal melalui kendaraan bermesin konvensional juga mulai memperluas pilihan mobil listriknya.
Adrianto menilai kehadiran merek seperti Honda dan Toyota memperlihatkan besarnya potensi pasar kendaraan listrik nasional.
"Teman-teman merek-merek Jepang, Honda, Toyota, juga sudah mengeluarkan model listriknya. Saya kira itu juga menggambarkan bagaimana kepentingan pasar yang sangat signifikan, dengan jumlah yang belum lama ini sudah mencapai 541.000 kendaraan listrik sudah terdaftar dan ada di jalanan," ujarnya.
Angka 541.000 kendaraan listrik tersebut, sebagaimana disampaikan Adrianto, menggambarkan perkembangan ekosistem EV di Indonesia yang semakin luas. Bertambahnya pilihan model memberi konsumen lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas dan anggaran.
Persaingan antarpabrikan pun berpotensi mendorong inovasi yang semakin beragam, mulai dari efisiensi baterai, kemampuan pengisian daya, hingga fitur pendukung kenyamanan berkendara.
Teknologi Charging Jadi Penentu Masa Depan Mobil Listrik?
Perubahan pertimbangan konsumen ini menjadi sinyal bahwa pasar mobil listrik Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih matang. Setelah mengenal pilihan model dan kemampuan jarak tempuh, calon pembeli kini semakin memperhatikan pengalaman penggunaan dalam jangka panjang.
Bagi konsumen dengan mobilitas tinggi, waktu pengisian daya dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan. Sementara itu, bagi pengguna yang lebih sering mengisi baterai di rumah, kemudahan pengisian semalaman dan efisiensi biaya listrik juga dapat menjadi pertimbangan.
Karena itu, memilih mobil listrik idealnya tidak hanya berdasarkan angka jarak tempuh atau klaim pengisian tercepat. Konsumen perlu membandingkan spesifikasi baterai, dukungan fast charging, kompatibilitas charger, serta ketersediaan infrastruktur pengisian di rute yang biasa dilalui.
Baca Juga: Mobil Listrik Terbaru dengan Fitur Parkir Otomatis Oktober 2026, Parkir Nggak Bakal Nyenggol
Dengan semakin banyaknya produsen yang masuk ke pasar dan teknologi yang terus berkembang, persaingan kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan semakin menarik. Ke depan, bukan hanya harga dan jarak tempuh yang menentukan pilihan konsumen, tetapi juga seberapa praktis mobil listrik digunakan setiap hari.