KabarOto.com - Isack Hadjar (Red Bull Racing) akan berlaga di Formula 1 yang berlangsung di Sirkuit Baku, Azerbaijan, pada akhir pekan ini, setelah absen dalam tiga putaran akibat cedera pergelangan tangan.
Isack Hadjar setelah pulih dari cedera pergelangan tangan, namun pembalap Red Bull Racing itu mengakui bahwa kondisinya masih akan terasa nyeri untuk sementara waktu.
Baca juga: Berita F1: Isack Hadjar Tidak akan Berpartisipasi di F1 Belanda Akhir Pekan Ini
Kembalinya Isack Hadjar
Hadjar terpaksa absen dalam tiga putaran terakhir di Belanda, Italia, dan Spanyol. Liam Lawson (Racing Bulls) mengambil alih posisinya di tim Red Bull Racing, sehingga Hadjar memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri dari retak tulang ringan yang dialaminya saat latihan selama musim panas.
Kembalinya Hadjar yang sangat dinanti-nantikan untuk F1 Azerbaijan bertepatan dengan kabar perpanjangan kontraknya, hal ini memastikan ia akan terus menjadi rekan setim bagi Max Verstappen pada tahun 2027 serta berjuang mewujudkan target Red Bull Racing untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara.
Saat menjelaskan lebih lanjut mengenai cedera dan proses pemulihannya, ia mengalami patah tulang kecil di bagian luar pergelangan tangan. Proses penyembuhannya memang cukup memakan waktu. Ia tidak perlu menjalani operasi, jadi pemulihannya berlangsung alami dan butuh waktu.
Baca juga: Berita F1: Max Verstappen Perpanjang Kontrak dengan Red Bull Racing hingga 2030
Performa Impresif
Hadjar sedang dalam performa impresif sebelum mengalami hambatan tersebut, ia tampak telah berhasil mengatasi apa yang disebut sebagai kutukan kursi kedua, fenomena yang membuat sejumlah pembalap sebelumnya kesulitan saat harus bersaing dengan Verstappen.
Ia mencatatkan tujuh kali finis di posisi enam besar secara berturut-turut antara balapan di Miami dan Hungaria, termasuk meraih podium di Monako serta melakukan aksi gemilang dengan bangkit dari posisi ke-21 ke posisi ke-6 di Belgia.
Rasanya bagus dan menyenangkan. Ini hal yang wajar. Saya tidak berada di sini sekadar untuk berharap-harap cemas. Saya di sini untuk menunjukkan kemampuan saya di lintasan. Dengan sendirinya, hal-hal lain akan mengikuti; jadi, ini sebenarnya hal yang lumrah,
pungkas Isack Hadjar.