KabarOto.com - Keberhasilan Mercedes-AMG Petronas mengunci posisi finis 1-2 di F1 Grand Prix Italia disambut hangat oleh jajaran pimpinan tim.
Kemenangan Kimi Antonelli yang memulai balapan dari posisi ke-19, disusul George Russell di posisi kedua, dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh tim yang tampil dominan di Sirkuit Monza.
Team Principal & CEO Mercedes, Toto Wolff, memuji penampilan apik kedua pembalapnya yang tampil sangat cepat di lintasan.
Kemenangan ini terasa kian istimewa karena diraih di kandang Antonelli, sekaligus mengukuhkan posisi Mercedes di puncak klasemen.

Baca Juga: Berita F1: Pierre Gasly Harus Puas Posisi Tujuh, Klasemen Sementara Kimi Antonelli Unggul
Itu adalah balapan yang sangat fenomenal dari tim dan kedua pembalap. Meraih finis 1-2 di Monza adalah perasaan yang spesial, dan kemenangan ini tentu terasa sangat manis bagi Kimi di balapan kandangnya,
ujar Toto Wolff.
Pujian Toto Wolff untuk Strategi dan Metode Antonelli
Toto Wolff menilai strategi dan pendekatan mengemudi yang diterapkan Antonelli sangat metodis sejak awal balapan. Meski mengawali laga dari barisan belakang, pembalap muda asal Italia tersebut dinilai mampu menjaga fokus tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Kimi mengemudi dengan sangat metodis sejak awal. Ia tetap tenang, tidak mengambil risiko pada kedua momen start, dan secara bertahap melewati mobil-mobil di depannya. Kecepatan balapnya sangat luar biasa untuk membuat strategi ini berhasil,
tambah Toto Wolff.
Di sisi lain, Wolff juga memberikan apresiasi tinggi kepada George Russell. Meski sempat mengalami kendala getaran pada ban depan di lap-lap akhir yang sedikit membatasi kecepatannya, Russell tetap berhasil mempertahankan posisi kedua dengan sangat baik.

Analisis Teknis Andrew Shovlin Terkait Strategi VSC
Senada dengan sang pimpinan tim, Trackside Engineering Director Mercedes, Andrew Shovlin, menegaskan bahwa hasil manis di Monza merupakan buah dari eksekusi balapan yang matang. Sejak sesi latihan bebas hari Jumat, optimisme tim memang sudah terbangun berkat pace mobil yang sangat kuat.
Keputusan krusial terjadi saat momen Virtual Safety Car (VSC) masuk ke lintasan. Tim memilih untuk membagi strategi (split strategy) antara kedua pembalap demi memperbesar peluang meraih kemenangan dan mengamankan posisi dari kejaran rival.
Keputusan untuk melakukan pit stop atau bertahan saat VSC sangatlah tipis. Pada akhirnya, kami memutuskan membagi strategi untuk memberikan peluang kemenangan terbesar. Poin itu membuat strategi dua stop Kimi bekerja dengan sangat baik berkat kecepatan luar biasanya,
jelas Andrew Shovlin.
Baca Juga: Berita F1: Kimi Antonelli Menang Setelah Bangkit dari Posisi 19
Menatap Tantangan Balapan Selanjutnya di Madrid
Meski sukses besar memperlebar jarak keunggulan di klasemen kejuaraan dunia, Shovlin mengingatkan tim agar tidak cepat berpuas diri. Karakteristik Sirkuit Monza dianggap sebagai jalur yang unik, sehingga performa di Italia belum tentu dapat terulang secara otomatis pada balapan berikutnya.
Tim panah perak kini langsung mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi seri berikutnya di Madrid yang diprediksi bakal menghadirkan pertarungan jauh lebih sengit. Mercedes berkomitmen untuk kembali mengeksekusi akhir pekan secara bersih guna membawa pulang poin maksimal.