Brabus Sulap Mercedes-Benz G500 dan G63 Jadi Kendaraan Militer
KabarOto.com - Brabus Automotive GmbH kali ini membuat kendaraan perlindungan khusus lapis baja. Melalui Invicto, varian inovatif dari Mercedes G-Class terbaru yang diproduksi secara terbatas, Brabus menghadirkan kendaraan lapis baja sesuai standar VR6 Plus ERV. Kendaraan off-road ini ditawarkan dalam tiga versi, yakni Pure, Luxury, dan Mission.
Untuk memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang terhadap tembakan senjata api dan serangan bahan peledak, para insinyur Brabus Automotive mengembangkan "Invicto Shelter Cell".
Baca Juga: Honda Racing Umumkan 5 Cabang Motorsport yang Digeluti Tahun 2026

Ini adalah sel pelindung mandiri yang menyatu, mampu menopang beban sendiri, dan dipasang menggunakan sistem baut. Selain itu, terdapat elemen pelindung tambahan yang sebagian diproduksi menggunakan proses cetak 3D khusus, serta penggunaan kaca lapis baja tahan standar tinggi.
Efektivitas perlindungan Invicto telah disertifikasi oleh Beschussamt Ulm (lembaga pengujian senjata dan teknologi keamanan pemerintah di Jerman) setelah melalui uji tembak dan ledakan ekstensif sesuai pedoman VPAM BRV 2009 dan VPAM ERV 2010. SUV lapis baja ini tidak hanya mampu menahan terjangan peluru kaliber 7,62 x 39 mm (amunisi senapan serbu seperti AK-47), tetapi juga tahan terhadap granat tangan dan ledakan bahan peledak PETN seberat 12,5 kilogram.
Baca Juga: Opsen Pajak Berlaku, Bagaimana Nasib Penjualan Sepeda Motor 2026?

Tentu saja, pihaknya tidak hanya menawarkan tingkat keamanan pasif yang tinggi yang hampir tidak terlihat dari luar, tetapi juga memprioritaskan keamanan aktif melalui pengendalian (handling) yang gesit dan aman. Oleh karena itu, kendaraan khusus ini dilengkapi dengan suspensi khusus, sistem pengereman performa tinggi, serta roda Invicto 20 inci dengan ban run-flat khusus.
Invicto dapat dipesan dengan berbagai pilihan mesin bensin dari model Mercedes G-Class saat ini. Harga jual yang direkomendasikan untuk paket perlindungan Invicto dimulai dari 354.600 Euro (termasuk PPN 19% di Jerman).
Baca Original Artikel