KabarOto.com - Dunia otomotif kelas atas kembali digemparkan dengan pengiriman salah satu unit paling prestisius dari Molsheim, yakni Bugatti Mistral pesanan khusus Prince of Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim (TMJ).
Sebagai salah satu kolektor mobil paling berpengaruh di Asia, kedatangan Mistral ini menandai tonggak sejarah penting karena model ini merupakan roadster terakhir yang menggendong mesin W16 legendaris Bugatti.
Mobil ini bukan sekadar kendaraan, melainkan sebuah investasi seni otomotif yang menggabungkan keanggunan desain tanpa atap dengan performa brutal yang menjadi ciri khas pabrikan asal Prancis tersebut.
Apa yang membuat Bugatti Mistral pesanan Prince of Johor ini begitu spesial adalah sentuhan personalisasi melalui program Bugatti Sur Mesure.
Ciri khas pesanan Bugatti dari konsumen papan atas seperti Sultan Johor selalu menyertakan detail "bespoke" yang tidak akan ditemukan pada unit lain.
Baca Juga: SUV Listrik Bongsor BYD Datang akan Diluncurkan Dalam Waktu Dekat
Kabarnya, unit ini mengusung skema warna eksterior yang terinspirasi dari identitas Johor, lengkap dengan logo atau inisial khusus pada bagian headrest dan ambang pintu (door sills).
Tradisi Bugatti dalam melayani konsumen VIP-nya memastikan bahwa setiap lekuk karbon dan jahitan kulit di dalam kabin mencerminkan status dan selera personal sang pemilik secara presisi.
Berbicara mengenai teknis, Bugatti Mistral adalah monster di lintasan aspal. Mengadopsi mesin 8.0-liter quad-turbocharged W16 yang sama dengan Chiron Super Sport 300+, mobil ini mampu memuntahkan tenaga fantastis sebesar 1.578 dk dan torsi maksimal 1.600 Nm.
Tenaga masif ini disalurkan melalui transmisi kopling ganda tujuh percepatan ke seluruh roda, memungkinkannya melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,5 detik.
Mistral dirancang untuk menjadi roadster tercepat di dunia, dengan kecepatan puncak yang dibatasi secara elektronik hingga 420 km/jam.
Keunikan desain Mistral terletak pada rekayasa aerodinamikanya yang sangat kompleks. Karena tidak memiliki atap, insinyur Bugatti merancang saluran udara (air intake) tepat di atas bahu pengemudi, yang tidak hanya menyuplai udara dingin ke mesin raksasa di belakang, tetapi juga memberikan sensasi akustik raungan mesin W16 yang sangat intim bagi pengemudi.
Lampu belakang berbentuk "X" yang ikonik tidak hanya berfungsi sebagai estetika masa depan, tetapi juga membantu ventilasi panas dari kompartemen mesin, menjadikannya perpaduan sempurna antara bentuk dan fungsi.
Ciri khas lain dari pesanan Bugatti untuk pelanggan setingkat Prince of Johor adalah penggunaan material yang melampaui standar industri.
Baca Juga: Volvo Recall 40 Ribu EX30, Baterai Berisiko Overheat
Interior Mistral pesanan TMJ ini diduga menggunakan material woven leather (kulit anyaman) pada panel pintu yang dirancang khusus agar tahan terhadap paparan sinar matahari langsung, mengingat mobil ini adalah sebuah roadster.
Selain itu, tuas transmisi yang terbuat dari blok aluminium solid sering kali dihiasi dengan sisipan kayu atau bahkan patung "Dancing Elephant" karya Rembrandt Bugatti yang dilapisi material eksklusif sesuai permintaan pemesan.
Kehadiran Bugatti Mistral di garasi Prince of Johor semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu kurator otomotif terbaik di dunia. Dengan hanya 99 unit yang diproduksi secara global, Mistral telah menjadi barang koleksi bahkan sebelum unit pertamanya meninggalkan pabrik.
Bagi para penggemar otomotif, melihat unit TMJ ini di jalanan bukan hanya melihat sebuah mobil cepat, melainkan menyaksikan penutup tirai yang megah bagi era mesin pembakaran internal W16 yang telah mendominasi puncak hierarki hypercar selama dua dekade terakhir.