KabarOto.com - Tak selalu masalah perlakuan merawat ban, aspek teknis lain yang tidak kalah penting adalah pemilihan profil atau ukuran ban yang sesuai dengan pelek kendaraan Sobat.
"Di masyarakat terdapat beberapa istilah profil ban, seperti ban "ngotak" (profil pipih/standar) dan ban "ngedonat" (profil membulat). Pemilihan profil ini sangat mempengaruhi karakteristik kendali motor (handling) saat melaju lurus maupun ketika melakukan manuver miring di tikungan," jelas Andes selaku pemilik Esta Motor.
Baca Juga: Mengenal Pelek Daichi Alloy yang Jadi Primadona Balap di Eranya

Profil Ban Donat dan Kotak
Dari sudut pandang keselamatan, menurutnya profil ban yang membulat atau "ngedonat" memberikan area kontak (sidewall contact) yang lebih luas saat motor dalam posisi miring.
Profil ini membuat kendaraan terasa lebih stabil dan aman ketika melibas tikungan.
"Sebaliknya, profil ban yang terlalu petak seperti pada gaya modifikasi hellaflush sangat berbahaya karena area cengkeraman saat berbelok menjadi sangat minim, sehingga motor cenderung atau relatif hanya aman dikendarai dalam garis lurus," ujar penggemar Honda Tiger lawas itu.
Baca Juga: Prestone Racing Coolant di Automechanika 2026, Bisa untuk Balap
Sesuaikan Profil Ban dari Pabrik Sebagai Acuan
Sebagai rekomendasi, Andes menyarankan agar pemilik motor selalu mengacu pada standar pabrikan saat ingin menaikkan ukuran ban (upsize). Batas aman untuk menaikkan ukuran ban adalah maksimal satu hingga dua tingkat di atas ukuran standar pelek.
"Misalnya dari ukuran 140 menjadi 160 untuk roda belakang. Dengan menjaga ukuran dalam batas toleransi dan melakukan teknik penyimpanan yang benar, pengendara dapat menikmati pengalaman berkendara yang aman, nyaman, serta hemat biaya perawatan," tutupnya.
