KabarOto.com - Bicara mengenai transportasi darat premium di Indonesia, Juragan 99 Trans tidak hanya bermain pada kemewahan armada. Perusahaan otobus (PO) ini terus mengembangkan pengalaman perjalanan yang lebih personal dan private bagi penumpangnya.
Direktur Utama Juragan 99 Trans, Suluk Waseso Segoro mengatakan positioning sebagai transportasi darat premium membuat pihaknya tidak hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga pelayanan yang diberikan sejak penumpang melakukan boarding.
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng, Ini Rahasia Juragan 99 Trans yang Bikin Penumpang Serasa di Jet Pribadi!
“Karena kita sudah menempatkan positioning Juragan 99 Trans ini di transportasi darat premium, jadi memang kita kembangkan pelayanan itu menuju pelayanan yang bisa dibilang personal dan private,” ujar Suluk.
Penumpang Disambut dengan Nama
Konsep personal tersebut bahkan mulai dirasakan sejak penumpang melakukan boarding. Pada unit terbaru Juragan 99 Trans tahun 2026, setiap kabin telah dilengkapi sistem yang memungkinkan penumpang mendapatkan greeting menggunakan nama.
“Pada saat boarding, di unit-unit kita yang seri terbaru tahun 2026, di setiap kabinnya itu sudah langsung greeting namanya penumpang,” jelas Suluk.
Dengan sistem tersebut, penumpang akan mendapatkan sapaan sekaligus informasi mengenai nomor kursinya. Hal sederhana ini membuat penumpang merasa lebih diperhatikan dan tidak perlu kebingungan mencari tempat duduk.
Pilihan Menu Makanan Sebelum Keberangkatan
Pelayanan personal juga diterapkan pada konsumsi selama perjalanan. Sebelum keberangkatan, penumpang sudah dapat memilih menu makanan yang diinginkan.
Pilihan tersebut di antaranya menu seperti rawon hingga ayam goreng. Makanan kemudian dipersiapkan sebelum bus berangkat sehingga penumpang dapat langsung menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.
Menurut Suluk, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Juragan 99 Trans memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda dari layanan bus konvensional.
83 Persen Penumpang Belum Pernah Naik Bus
Menariknya, berdasarkan data internal Juragan 99 Trans, sekitar 83 persen penumpang dalam enam bulan terakhir merupakan orang yang sebelumnya belum pernah naik bus.
Kondisi tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk memastikan penumpang baru tetap mendapatkan pengalaman yang nyaman selama perjalanan.
Salah satu persoalan yang kemudian diperhatikan adalah ketika penumpang ingin menggunakan toilet.
“Mayoritas adalah kabin private. Penumpang itu penginnya semua ada di kabin. Sampai misalkan yang baru, kadang-kadang orang ke toilet pun bisa emosi,” ungkap Suluk.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Juragan 99 Trans kini menyediakan indikator di dalam kabin yang menunjukkan apakah toilet sedang digunakan atau tidak.
Semua Informasi Dibawa ke Dalam Kabin
Menurut Suluk, menghadirkan berbagai informasi langsung di dalam kabin menjadi salah satu tantangan pengembangan armada terbaru.
Tidak hanya status toilet, berbagai indikator dan informasi dibuat agar penumpang tidak perlu terlalu sering meninggalkan kabin private mereka.
Konsep tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi karoseri karena semakin banyak fungsi yang diintegrasikan ke dalam kabin, semakin kompleks pula desain serta sistem yang harus dikembangkan.
Ruang Tunggu dan Face Recognition
Pengalaman premium tidak hanya dimulai ketika penumpang masuk ke dalam bus. Juragan 99 Trans juga menghadirkan fasilitas ruang tunggu sebelum keberangkatan.
Terbaru, perusahaan juga mulai menerapkan face recognition untuk proses check-in keberangkatan.
Teknologi ini menjadi bagian dari digitalisasi layanan Juragan 99 Trans untuk membuat proses keberangkatan lebih praktis sekaligus memperkuat konsep pelayanan personal.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Juragan 99 Trans menunjukkan bahwa perjalanan premium bukan hanya mengenai bus dengan interior mewah. Pengalaman penumpang dibangun sejak berada di ruang tunggu, proses check-in, boarding, menikmati makanan, hingga mendapatkan berbagai informasi selama perjalanan.
Baca Juga: Naik Bus Juragan99 Kelas Tertinggi Malang-Jakarta, Serasa Punya Kamar Pribadi
Bagi Suluk, detail-detail tersebut menjadi bagian penting dalam membawa transportasi darat ke level pelayanan yang semakin personal dan private.