OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Mengenal Istilah CLTC, NEDC, dan WLTP pada Jarak Tempuh Mobil Listrik

Pradia Eggi - Minggu, 03 Mei 2026
OtoTips Tips Mobil

KabarOto.com - Angka jarak tempuh mobil listrik (EV) kerap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli. Namun, tidak sedikit konsumen yang bingung karena satu model bisa memiliki klaim jarak tempuh berbeda, tergantung standar pengujian yang digunakan.

Perbedaan ini bukan tanpa alasan, melainkan berasal dari metode pengujian yang digunakan, yakni CLTC, NEDC, dan WLTP, yang masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam mensimulasikan kondisi berkendara.

Perlu dipahami bahwa angka jarak tempuh pada mobil listrik bukan diambil dari pengujian langsung di jalan raya, melainkan hasil simulasi di laboratorium menggunakan alat khusus. Menurut International Energy Agency (IEA), hasil uji jarak tempuh kendaraan listrik sangat dipengaruhi oleh parameter pengujian seperti kecepatan, akselerasi, suhu, hingga beban kendaraan.

Dalam salah satu laporannya, IEA menyebut bahwa siklus berkendara yang digunakan dalam pengujian memiliki pengaruh besar terhadap hasil konsumsi energi dan jarak tempuh yang dihasilkan, sehingga angka yang muncul bukanlah angka mutlak.

Mengenal Metode CLTC

Aion UT diklaim memiliki jarak tempuh 500 km (CLTC).

Salah satu standar yang saat ini banyak digunakan, terutama di pasar China, adalah CLTC atau China Light-Duty Vehicle Test Cycle.

Metode ini dikenal menghasilkan angka jarak tempuh yang relatif tinggi karena lebih banyak mensimulasikan kondisi kecepatan rendah dengan akselerasi yang halus. Kondisi ini membuat hasil pengujian terlihat lebih optimistis dibandingkan penggunaan nyata.

Baca Juga: Geely Galaxy Starship 7 EV Tawarkan Jarak Tempuh 605 Km, EX5 Minggir Dulu

Sebagai contoh, sebuah EV diklaim mampu menempuh hingga 540 km berdasarkan standar CLTC. Namun dalam penggunaan sehari-hari, angka tersebut umumnya akan lebih rendah, tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, serta penggunaan fitur seperti pendingin udara.

Pengujian NEDC

Sementara itu, standar NEDC atau New European Driving Cycle merupakan metode lama yang sebelumnya digunakan di Eropa dan hingga kini masih dipakai di beberapa negara.

Chdery Omoda E5 menjalani uji secara NEDC dan WLTP.

Meski sempat menjadi acuan global, standar ini kini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak lagi relevan dengan kondisi berkendara modern.

European Commission menilai bahwa NEDC memiliki keterbatasan karena pola pengujiannya terlalu sederhana dan kurang mencerminkan kondisi lalu lintas aktual yang lebih dinamis, dalam penggunaan nyata biasanya angka tersebut juga mengalami penyesuaian.

Baca Juga: BYD Atto 1 Versi Terbaru Meluncur, Jarak Tempuh Lebih Jauh Hingga 505 Km

WLTP Dinilai Paling Realistis

Sebagai pengganti NEDC, kini banyak pabrikan beralih menggunakan standar WLTP atau Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure yang dinilai lebih realistis.

Metode ini dirancang dengan simulasi yang lebih kompleks, mencakup berbagai kondisi berkendara mulai dari jalan perkotaan hingga jalan tol, lengkap dengan variasi kecepatan dan akselerasi yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.

New Tesla Model 3 Highland jarak tempuh hingga 627 km (WLTP).

Standar ini dikembangkan untuk memberikan gambaran konsumsi energi dan jarak tempuh yang lebih akurat bagi konsumen.

Perbedaan antar standar ini bisa menghasilkan selisih yang cukup signifikan, bahkan dapat mencapai 20 hingga 30 persen.

Selain metode pengujian, ada pula faktor lain yang memengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik dalam penggunaan sehari-hari, seperti kondisi lalu lintas, gaya berkendara, beban kendaraan, hingga penggunaan fitur seperti AC yang sangat relevan di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Baca Juga: Perbedaan iCAR V23 Pro Plus Collector Series dengan iCAR V23 Versi Standar

Karena itu, angka yang tertera dalam spesifikasi sebaiknya dipahami sebagai acuan, bukan patokan mutlak.

Pada akhirnya, perbedaan angka jarak tempuh mobil listrik bukanlah sebuah kesalahan, melainkan konsekuensi dari perbedaan metode pengujian yang digunakan.

CLTC cenderung menghasilkan angka paling tinggi namun bersifat optimistis, NEDC berada di tengah namun mulai ditinggalkan, sementara WLTP menjadi standar yang paling mendekati kondisi penggunaan nyata saat ini.

Dengan memahami perbedaan ini, konsumen dapat lebih bijak dalam membaca spesifikasi kendaraan dan tidak hanya terpaku pada angka terbesar yang tertera di brosur.

Baca Artikel Asli