OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Mobil Mesin Hybrid Wajib Pakai BBM Rekomendasi, Ini Penjelasannya

Kipli - Kamis, 01 Oktober 2026
OtoTips Tips Mobil

KabarOto.com - Untuk menjaga performanya, mesin mobil hybrid membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas yang sesuai rekomendasi pabrikan. Penggunaan BBM yang tidak tepat dapat memicu berbagai masalah, mulai dari penurunan tenaga hingga kerusakan mesin yang serius.

Baca Juga: Showa Evo PD Rilis di Automechanika 2026, Intip Spesifikasinya

Mesin Mobil Hybrid Punya Kompresi Tinggi

BBM berkualitas menjaga proses pembakaran di dalam ruang mesin berjalan mendekati kondisi ideal. Mesin mobil modern memiliki rasio kompresi tinggi di atas 13:1 sehingga memerlukan bahan bakar dengan nilai RON di atas 90.

Jika diberi bahan bakar beroktan lebih rendah, sifat bahan bakar yang mudah terbakar tersebut akan menyala sendiri sebelum busi memercikkan api. Hal ini mengganggu siklus kerja mesin dan berpotensi kuat memicu terjadinya knocking atau pembakaran dini,

jelas Shendy Andhika dari Curb Motorsport.

Penggunaan BBM beroktan rendah berujung pada pembakaran tidak sempurna yang membuat mesin kehilangan tenaga. Gejala awal knocking umumnya ditandai dengan munculnya suara mengelitik saat pedal gas diinjak.

Suara ini akan terdengar semakin jelas ketika mobil membawa muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau saat melintasi jalan menanjak. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini akan mempercepat kerusakan komponen internal ruang mesin karena bekerja di luar batas porsinya,

lanjutnya.

Baca juga:

Prestone Racing Coolant di Automechanika 2026, Bisa untuk Balap

Deposit atau Kerak di Ruang Bakar Mesin Hybrid

Masalah lanjutan dari penggunaan BBM yang tidak sesuai adalah timbulnya deposit kotoran di dalam ruang pembakaran. Penumpukan kerak ini menempel pada komponen mesin dan mengganggu kinerja operasionalnya, sekaligus memicu kenaikan suhu ruang mesin.

Akibatnya, performa mobil kian menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang diinginkan. Dalam jangka panjang, fenomena ini dapat mempercepat kerusakan fatal pada komponen mesin.

Menggunakan BBM yang sesuai spesifikasi sangat penting untuk menjaga efisiensi dan mengoptimalkan performa kendaraan. Tenaga yang responsif membuat pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam, sehingga efisiensi bahan bakar tetap terjaga meski masih dipengaruhi oleh gaya berkendara dan kondisi jalan.

Selain itu, kondisi mesin yang terawat akan meningkatkan ketahanan komponen, mempermudah proses perawatan berkala, serta menekan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

Baca Artikel Asli