KabarOto.com - Harus diakui jika industri otomotif China kini menjadi acuan dalam hal kecepatan pengembangan produk. Presiden dan CEO Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari pendekatan produsen China, untuk mempercepat proses pengembangan kendaraan baru dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi produsen otomotif tradisional adalah lamanya siklus pengembangan kendaraan. Sementara itu, banyak pabrikan China mampu menghadirkan model baru ke pasar dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Baca Juga : GWM Segarkan Haval H6, Meluncur di China Tak Lama Lagi
Ini terjadi berkat proses pengembangan yang lebih fleksibel dan terintegrasi. Nissan pun berupaya mengadopsi pola kerja serupa untuk memangkas waktu pengembangan hingga sekitar 50 persen dibandingkan metode konvensional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi Nissan yang tengah berusaha bangkit setelah menghadapi berbagai tantangan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan menilai kecepatan inovasi kini menjadi faktor krusial, terutama di era elektrifikasi dan kendaraan pintar yang berkembang sangat cepat.

China sendiri telah menjadi laboratorium inovasi penting bagi Nissan. Dalam ajang Auto China 2026, pabrikan Jepang itu memperkenalkan sejumlah kendaraan energi baru (NEV) dan menegaskan komitmennya untuk mempercepat peluncuran produk yang dirancang khusus untuk kebutuhan konsumen China.
Tercatat sejak 2025, Nissan telah meluncurkan beberapa model baru, termasuk sedan listrik N7 dan pikap Frontier Pro PHEV. Dan segera menyusul model-model lainnya.
Baca Juga : Beli Pertalite Maksimal Rp 50.000 Per Sepeda Motor, Pertamina Jawab Tegas
Espinosa menilai pendekatan yang disebut "China Speed" tidak hanya relevan untuk pasar lokal, tetapi juga dapat diterapkan secara global. Nissan berharap mampu merespons tren pasar lebih cepat sekaligus mengurangi biaya pengembangan produk.
Strategi ini menunjukkan bagaimana peta persaingan industri otomotif dunia mulai berubah. Jika sebelumnya pabrikan Jepang dan Eropa menjadi tolok ukur inovasi, kini produsen China justru menjadi referensi baru dalam hal efisiensi dan kecepatan menghadirkan kendaraan ke pasar.