KabarOto.com - Isack Hadjar mencatatkan hasil terbaiknya pada musim Formula 1 2026 saat tampil di F1 Kanada, meskipun harus menjalani dua penalti dalam balapan tersebut.
Pembalap asal Prancis berusia 21 tahun itu finis di posisi kelima di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal. Hasil ini menjadi pencapaian terbaiknya bersama Red Bull Racing sejak promosi dari tim junior Racing Bulls pada awal musim.
Namun demikian, performa Hadjar tidak lepas dari kontroversi. Ia dijatuhi penalti waktu 10 detik setelah melakukan manuver yang dinilai terlalu agresif terhadap Charles Leclerc.
Selain itu, Hadjar juga menerima penalti stop-and-go karena tidak cukup mengurangi kecepatan saat bendera kuning dikibarkan.
Meski mendapatkan dua hukuman, posisi finis Hadjar tidak berubah dan tetap berada di peringkat kelima.
Di sisi lain, rekan setimnya, Max Verstappen, berhasil finis di posisi ketiga dan mengamankan podium pertama bagi Red Bull Racing pada musim yang sejauh ini berjalan cukup sulit.
Baca Juga: Lewis Hamilton Blak-blakan, Ferrari Kalah Tenaga untuk Kejar Mercedes di F1 2026
Laurent Mekies Puji Performa Isack Hadjar
Melansir Crash, kepala tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, menilai Hadjar menunjukkan performa yang positif sepanjang akhir pekan. Ia juga mengapresiasi penampilan pembalap muda tersebut yang dinilai sudah berada di level yang tepat dari sisi kecepatan, meskipun sempat mendapat penalti.
Saya rasa Isack menjalani akhir pekan yang sangat bagus, sejujurnya, dia tampil sangat bagus di tiga balapan pertama. Dia mengalami akhir pekan yang sulit di Miami. Saya rasa akhir pekan ini dia langsung berada di zona yang tepat. Saya rasa kecepatan bukanlah masalahnya. Hukuman penalti satu menit agak berlebihan. Saya rasa dia hampir saja dihukum penalti satu menit. Tapi dari segi kecepatan dasar, dia sudah berada di level yang tepat,
jelas kepala tim Red Bull Racing, Laurent Mekies.
Isack Hadjar Akui Manuver Agresif Sebabkan Pinalti
Usai balapan, Hadjar mengaku telah meminta maaf kepada Leclerc atas insiden yang terjadi. Ia juga menerima keputusan penalti yang diberikan oleh steward.
Saya terlalu kasar dan sebenarnya itu bahkan bukan disengaja. Saya hanya bingung ke mana dia akan pergi, jadi saya tidak bermaksud membuatnya keluar jalur, dia pengemudi yang sangat bersih, jadi saya rasa saya hanya meminta maaf karena itu agak bodoh,
kata Hadjar.
Meski meraih hasil positif, Hadjar mengaku masih kebingungan dengan performa mobilnya selama balapan berlangsung. ia menilai kehilangan kecepatan dan kesulitan saat di lintasan.
Sejujurnya, saya merasa seperti kembali ke sesi FP1. Tidak menyenangkan untuk dikendarai, dan saya harus benar-benar berusaha keras, karena saya merasa nyaman di beberapa lap pertama, lalu mereka memperlebar jarak dan saya tidak bisa menyamai kecepatan mereka, sedangkan pada hari Sabtu, saya dengan mudah bisa mengimbangi mereka. Jadi, saya tidak tahu harus berbuat apa,
ungkapnya.