3. Percepatan penanganan gangguan di lajur.
Untuk mengantispasi kepadatan di lajur yang disebabkan oleh adanya gangguan, maka tim dari Cabang Jakarta-Cikampek telah menyiapkan petugas siaga di lapangan, armada pendukung operasional dan tahun ini, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiagakan 2 motor patroli untuk memantau pemberlakuan contraflow.
Berdasarkan hasil evaluasi, kepadatan yang sempat terjadi pada hari Selasa (12/6/2018) atau di luar dari prediksi puncak arus mudik disebabkan karena adanya gangguan kendaraan di beberapa titik di lajur contraflow, sehingga memerlukan waktu penanganan yang cukup signifikan. Untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali saat arus balik, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

"Untuk arus balik, kami telah mengantisipasi untuk titik rawan kepadatan, utamanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan di km 62 dan km 42. Kami koordinasikan dengan pihak Kepolisian terkait pemberlakuan contraflow untuk mengantisipasi kepadatan jelang akses masuk rest area," ungkap Raddy R Lukman, General Manager Cabang Jakarta-Cikampek.
Selain itu, dalam arus balik, pemudik diharapkan dapat memanfaatkan jalur arteri baik itu Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang telah mantap. Sehingga kepadatan di jalan tol dapat diantisipasi.
Saat arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan pembatasan kendaraan jenis truk melewati jalan tol mulai tanggal 22-24 Juni 2018. Namun, untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, mulai tanggal 18-20 Juni, Kemenhub juga akan menerbitkan imbauan untuk truk tidak melintas di jalan tol saat prediksi puncak arus balik.