Sebenarnya mudah saja untuk membersihkannya saat kotoran itu masih basah atau (belum lama mendarat pada bodi mobil. Tapi ya, itu tadi. Karena ketidaktahuan kita terhadap efeknya, jarang sekali kita langsung membersihkan.

Untuk polutan udara, seperti kita ketahui ada banyak zat kimia dalam wujud gas yang tersimpan di udara. Apalagi di lingkungan yang polusi udaranya tinggi seperti Jakarta, di mana banyak mengandung asam nitrat (HNO3). Nah asam nitrat ini memiliki sifat untuk merusak lapisan cat mobil, baik dalam wujud gas maupun cair saat terbawa air hujan.

Kemudian soal pemoles mobil atau car polish. Meski tujuan utama memakai ini untuk mencerahkan cat mobil, namun tetap harus berhati-hati ketika memakainya. Pemoles bekerja untuk mengikis lapisan cat menggunakan bahan-bahan abrasif. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan usia cat mobil berkurang. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari penggunaan pemoles mobil.

Demikian pula dengan garam. Perlu diingat, kandungan garam yang cukup tinggi pada air akan mempercepat proses korosi. Jadi harus berhati-hati dan memilih juga air yang kita pakai untuk mencuci mobil. Jangan pakai air sumur untuk mencuci kadar mengandung zat besi dan kadar mangan yang berlebih.

Lanjut Baca lagi