Karakteristik lainnya dari sebuah scrambler adalah knalpot yang posisinya dimodifikasi dinaikkan ke atas, sedikit di bawah dan sejajar dengan jok. Namun pada Ace Scrambler standar, posisi knalpot tetap pada posisi biasanya. Di bawah. Knalpot ini bertipe freeflow sehingga menghasilkan suara yang gahar.
Posisi knalpot di Ace Scrambler kemungkinan dipertahankan karena menyangkut kenyamanan. Sebab, knalpot yang posisinya lebih tinggi, dapat membuat kaki pengendara khususnya pembonceng, ikut merasakan hawa panas.
Knalpot tersebut melepas gas buang yang berasal dari mesin berkapasitas 229 cc, satu silinder 4 tak. Mesin tersebut dapat menghasilkan tenaga hingga 14 dk pada putaran 7.000 rpm. Dengan ukuran bore x stroke di angka 67 mm x 65 mm dan kompresi 8.7 : 1, mesin ini mulai memuntahkan tenaganya dari rpm menengah hingga tinggi.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 5 percepatan. Sejatinya, Ace Scrambler mudah dalam hal perawatan, karena masih menggunakan sistem pengabut bahan bakar karburator dengan pengapian CDI.
Di atas kertas, motor yang memiliki bobot 125 kg ini sanggup mencapai kecepatan maksimal di angka 112 kpj, dengan konsumsi bahan bakar 34 km/l.
Satu hal lagi yang menjadi karakteristik gaya Scrambler adalah posisi jok yang rendah dan memanjang. Ace Scrambler memiliki dimensi tinggi 1,142 mm, panjang 1,950 mm, dan lebar 880 mm. Sedangkan tinggi dari jok ke tanah hanya 785 mm, sehingga cukup mudah untuk menapakkan kaki.
Dengan jok ini, Ace Scrambler masih asyik dipakai untuk berboncengan.