
Kesulitannya adalah ketika membangun dari sekadar rongsokan hingga berbentuk orisinal. Dion harus mengorbankan unit lain untuk 'dimutilasi' hingga jadi satu mobil. "Garap mobil ini benar-benar dari 0 dan bentuk awalnya 'bubar'. Kita kumpulkan alat dan parts agar jadi mobil utuh seperti ini," bebernya.
Pria asli Lampung ini bilang alasannya memilih 620 sebagai bahan karena memiliki keistimewaan tersendiri dimatanya, "ada aura yang bikin 'greget' karena dasarnya Datsun lawas itu berbeda dengan mobil-mobil lain di masanya, proses ini pun menggabungkan otomotif dan seni karena aplikasi kultur di mobil saya ini memang sengaja saya tonjolkan," kata pehobi otomotif itu.
Proses lebih lanjut, Dion bakal bikin kombinasi agar mobilnya bisa terlihat retro dan futuristik secara bersamaan agar tampil beda. "Karena kalau cuma menang 'ganteng' aja bisa kalah sama yang tenar ketika dijalan," tutupnya. Wah, bisa aja si bro, makin enggak sabar lihat jadinya, nih!