Nah, untuk urusan mesin, Cimoh dan tim masih mengandalkan mesin bawaannya yakni L16 dengan sistem pengkabutan bahan bakar karburator sesuai regulasi kelas Retro 1600. Namun bukan berarti performa buas penyabet podium ini datang begitu saja, karena ada beberapa ‘sentuhan’ di area tertentu yang dianggap vital buat babat karakter trek Sentul.

Contohnya ia pilih camshaft dengan lift 288 derajat dikombinasikan karburator 4 barrel berdiameter 45 mm dari Weber, yang dirasa paling cocok untuk setup trek dengan panjang 900 meter saat main di ‘straight section’-nya. Berbicara ISSOM, tentu saja sektor pendukung tak ketinggalan.

Penikmat kuliner khas Sunda & Betawi ini memutuskan final gear yang diubah menjadi 4,45 sesuai riset untuk karakter trek tersebut. Biar grip di ban tidak terbuang percuma serta meminimalisir body roll, Cimoh pun pasang suspensi coilover dari D2 yang sudah di setting sesuai karakter pembalap dan trek-nya.

Tak ketinggalan, sistem pengereman sudah di-upgrade menggunakan disc brake di keempat rodanya, biar pengereman pakem saat balap. Ditunggu debut selanjutnya, bro!

Spesifikasi

Mesin

Datsun L16 rebuilt

Camshaft custom lift 288 derajat

Karburator 4 barrel Weber 45

Transmisi 5 speed final gear 4,45

Koil MSD

Kaki-kaki

Suspensi coilover D2

Disc brake front-rear custom

Ban GT Radial SX2 195/50/15

Pelek S Racing 15 X 7

Interior

Jok bucket Bride Gardis

Seat belt 4 titik Takata

Roll cage custom FIA approved

Setir MOMO Racing

Cluster gauge Autometer Sport Comp II

Shift knob Nismo

Special Thank’s to:

M-Tuning, Pondok Cabe, Tangerang Selatan

Datsun Jakarta Racing Team, Karang Tengah, Tangerang