Sampai awal November 2017 ini, Samuel belum juga mendapatkan informasi bagaimana kondisi mobilnya tersebut. "Sudah tiga bulan saya menunggu kabar, sampai saat ini belum selesai juga," terangnya. Keinginan Samuel hanya satu, mobilnya bisa hidup seperti saat masuk ke bengkel Hartono Raya Motor untuk diperbaiki ke bengkel lainnya. Menanggapi masalah itu, Dennis A. Kadaruskan, Department Manager Public Relations Mercedes-Benz Distribution Indonesia mengatakan, pihaknya yakin jaringan purnajual Mercedes-Benz dapat memenuhi layanan terbaik agar solusi ditemukan. "Saya gak bisa komen untuk saat ini. Saya tidak memiliki info untuk merespon," kata dia seraya menegaskan kembali, "Saya yang bertanggung jawab atas seluruh komunikasi Mercedes-Benz. Maka untuk saat ini saya belum bisa merespon."