"Mesin sebenarnya masih standar pabrik belum ada yang diubah internalnya, cuma exhaust sama turbo intercooler-nya kami ganti yang lebih gede pakai F55, piping-nya juga menyesuaikan. Kalau tenaga di roda pas dyno itu sekitar 310 dk, pas masih standar sebelum ganti turbo 150 dk. Torsi berubah jadi 750 Nm sebelumnya kan 300-an Nm," lanjut Fitra.
Selebihnya untuk memangkas bobotnya lagi dari dalam, dasbor maupun panel tengah hingga trim plastik dilepas dan joknya diganti bucket seat dari Sparco dengan seatbelt 6 titik.
Sedangkan untuk menunjang keselamatan, roll cage bermaterial pipa chromoly yang dijelaskan Fitra lebih baik dibanding pipa seamless.
Soal lama pengerjaan, Fitra mengaku timnya menghabiskan waktu hingga 5 bulan dan total dana yang dihabiskan mencapai Rp 600 jutaan.
Namun lebih dari itu, ada yang berbeda dari mobil balap kebanyakan. Di samping setirnya terdapat tuas yang terhubung dengan pedal gas dan rem untuk mengatur bukaan gas maupun pengereman.
"Jadi kalau lihat detail di samping setirnya itu ada tuas kan, nah itu dipakai sama Takuma Aoki buat gas sama rem, kan memang dulu dia pembalap motor, cuma sayangnya kecelakaan yang buat geraknya terbatas, makanya pakai tuas itu," tutup Fitra.