
Ketika Kabaroto membuka kap mesinnya, pemandangan yang terlihat adalah sebuah mesin 4E-FTE yang diadopsi dari Toyota Starlet GT Turbo EP82 menyesaki kompartemen mesin Rover yang kecil itu.“Banyak sekali parts yang harus disesuaikan dengan ruang mesin Rover ini. Seperti pulley yang mentok dengan bagian samping sasis dan akhirnya harus substitusi punya Starlet kotak EP71,” terangnya.Tidak hanya itu, pria pengoleksi Datsun lawas ini juga memasang pengatur sirkulasi air radiator, dimana fungsinya untuk mengatur debit atau volume air yang didistribusikan ke jalur coolant jacket.Untuk urusan force induction, Turbocharger CT9 bawaan mesin 4E-FTE dipensiunkan dan diganti dengan Garrett dengan diameter inducer & exducer yang sama. Cimoh mengklaim bahwa low to mid rpm power lebih terisi tanpa menimbulkan gejala turbo lag, “jauh lebih enak, estimasi dari brosurnya sih increase sekitar 20+ dk, jadi bisa diasumsikan total tenaga sekitar 150 dk walau belum pernah dyno test. Ya meski resikonya dengan power to weight ratio yang besar, pintar-pintar ‘sekolahin’ kaki biar gak overspin pas masuk boost,” terang anggota Datsun Jakarta tersebut. Kecil-kecil, cabe rawit !Spesifikasi:Mesin:4E-FTEGarrett by Honeywell TurbochargerCustom aluminium radiator flow tankToyota Starlet EP81 waterpumpCustom a/c condenserHKS turbo timerStainless steel turbocharger pipingCustom 2” exhaust manifold + downpipe + pipingHonda Civic SR3 radiatorKaki-kaki:Custom work reinforcement chassisCompomotive Australia wheels 13” x 6Toyota Starlet EP81 + Datsun 120 Y engine mountToyota Starlet GT EP82 disk brake + boosterCustom work Toyota Starlet swing armPeugeot 405 STI upper ball joint + Toyota Starlet GT EP82 bottom ball jointEksterior:Webasto Hollandia 400 Ragtop