Motor ini juga dilengkapi beberapa sistem pengaman. Misal jika standar samping masih menempel pada tanah, maka mesin tidak akan nyala. Pun posisi gigi harus netral dengan tuas kopling ditarik, agar mesin bisa di-starter.
Pola perpindahan gigi sama dengan motor laki lainnya, yakni 1-N-2-3-4-5. Menilik desainnya, rider butuh adaptasi setidaknya selama setengah jam pertama untuk penyesuaian. Agar pengendara harus benar-benar paham akan karakter motor ini.
Misfit mengusung mesin silinder tunggal berkapasitas 250 cc, berpendingin udara dan masih karburator. Hasilnya tenaga sebesar 15,4 dk pada 8.500 rpm dan torsi 16 Nm pada 6.000 rpm. Dengan kekuatan itu, Misfit diklaim bisa menempuh kecepatan maksimal hingga 112 km/jam.
Berkat rancangan bore dan stroke, 67 mm x 65 mm, karakternya sedikit overbore demi tenaga di putaran menengah dan atas. Pada sasis bawah, tampak dua pipa menopang mesin. Dua pipa ini penopang mesin ini membuat tampilan Misfit tampak lebih gagah di bagian mesinnya.
Cleveland Misfit 250 mengusung mesin OHV (Over Head Valve). Jadi, ada push rod untuk menggerakkan katupnya. Serunya, karakter mesin OHV terasa khas. Putaran mesinnya tidak setinggi mesin SOHC maupun DOHC, karena sistem kerja buka tutup klep lebih lambat.
Karakter itu pun terasa di putaran bawah. Tapi masuk gigi 3, Misfit mulai enak dipacu. Dengan perbandingan gigi rasio 19/25, nafasnya cukup panjang dan lebih panjang lagi di gigi empat.
Ini terasa saat Misfit diajak berpacu sepanjang jalan Raya Sukabumi yang agak panjang. Karena masih di hari kerja, alhasil kondisi jalan tidak terlalu ramai dan padat, seperti saat weekend.