Performa & Konsumsi

Berdasarkan hasil pengujian tim KabarOto, performa New Hilux patut menjadi perhatian penting. Bagaimana tidak, mesin 2GD-FTV, VNT Intercooler, 4 silinder in line, 16-valve, DOHC dengan kapasitas 2.393 cc. Keluaran tenaga maksimum sebesar 149 dk dengan torsi 343 Nm ini patut diacungi jempol. Pasalnya selain memiliki performa yang cukup baik, mesin tersebut pun menawarkan konsumsi bahan bakar yang bisa dibilang irit di kelasnya.

Mesin ini dikawinkan transmisi otomatis 5-percepatan baru, dan ada mode manual Sport Sequential Shiftmatic, yang membuatnya terasa asyik dikendalikan. Jika ingin merasakan performa lebih, cukup menekan mode Power dan menekan pedal gas lebih dalam, Anda akan merasakan sensasi tenaga yang dihasilkan jauh lebih keluar. Perpindahan transmisi otomatis pun akan bergeser, berada di atas putaran mesin 3.200 rpm.

Tapi bagi yang ingin konsumsi bahan bakar lebih hemat, cukup menekan tombol ECO. Mobil ini pun seakan berganti karakter dan menghasilkan angka konsumsi yang terbilang hemat.

Berdasar hasil pengujian yang tim KabarOto lakukan, New Hilux memiliki konsumsi bahan bakarnya menembus 21,1 km/l pada saat berjalan konstan di kecepatan 80 kpj. Namun di rute sehari-hari dalam kota, konsumsi BBM yang dicatat yakni 1:9,5 liter per km.

Ketika melibas lintasan ekstrem di Jeep Station Indonesia, Ciawi, Bogor dengan berjalan merayap. Tim KabarOto mencoba untuk mengaktifkan mode 4x4. Nah.. istimewanya 4x4 bisa diaktifkan sambil berjalan (shift on fly) dengan kecepatan tertinggi 60 kilometer per jam.

Setelahnya ada trek menanjak yang lumayan curam, tapi posisi 4x4 dipindahkan ke 4L. Dimana cukup memutar knob saja tapi dalam posisi kendaraan diam. Pada posisi ini, torsi mesin lebih terasa kuat meski pedal gas hanya ditekan sedikit.

Pada posisi 4L pula, New Hilux bisa melewati turunan dan tanjakan curam tanpa perlu diinjak pedal gas. Pengemudi cukup konsentrasi pada pada setir untuk mengendalikan mobil.

Ada satu titik dimana terdapat tanjakan dengan posisi gundukan yang membuat ban belakang menggantung, dan mobil tak bisa bergerak. Jika begini, waktunya aktifkan differential lock yang membuat transfer tenaga dialihkan ke roda yang punya traksi.

Tapi ingat, differential lock tidak boleh diaktifkan terus-menerus karena akan mengganggu handling ketika mobil berbelok. Karena gerak kedua roda belakang putarannya sama yang akan membuat ban lebih cepat aus.