Ride height yang sangat rendah membuat visual mobil dengan bentuk memanjang ini seketika terlihat mencolok. Kuncinya, Timothy mengaplikasikan suspensi udara dari produk Universal Air dengan sistem 2 titik, yang bisa 'aired out' di bagian depan dan belakang.
Unitnya sendiri ditempatkan di bagian bagasi mobil dengan aksen panel wood agar aura klasiknya tetap kental, juga pada switch yang dipasang di kabin tepatnya pada konsol tengah.

“Kendaraan ini berawal dari mobil favorit kakek saya. Tapi semenjak kakek meninggal, mobil jadi tidak terawat. Ya pada akhirnya saya yang dapat mandat untuk melanjutkan buat urus mobilnya,” kenangnya. Ia melanjutkan bahwa kesulitan dan kendala lebih ke kondisi pertama mobil yang jauh dari kata segar.
Timothy kemudian merapihkan bagian-bagian yang berkarat, menghidupkan dan merestorasi mesin yang lama tidak menyala “solusinya cuma sabar, untuk ngebangun mobil tua kita harus sabar dan teliti,” tandasnya singkat.
Karyawan swasta berusia 28 tahun ini memang menaruh konsentrasinya di bagian kaki-kaki, buktinya modifikasi unik lainnya berupa pelek Ridler Wheels berdiameter 17 inci rapih terpasang. Pelek yang lazimnya dipasang pada mobil-mobil kekar asal Amerika terlihat match dengan kontur Mercy Tiger.
“Rencana modifikasi kedepan memang sudah ada, tinggal menunggu eksekusi saja,” tutup Timothy. Fitment yang apik, bro!
Spesifikasi:
Eksterior: Repaint citrüs green by Glassurit.
Kaki-kaki: Air Suspension Universal Air 2 channel, pelek Ridler Wheels 17x7 et 0 (depan) + 17x9,5 final et -15 (belakang)