Seluruh peserta lomba harus lebih waspada karena satu kesalahan saja terjadi di atas trek yang memerlukan teknik khusus dan trail-style sections seperti ini bisa berdampak negatif yang cukup besar bagi team. Nomor urut start untuk balapan di seri selanjutnya juga sangat penting bagi para peserta yang berada di papan atas. Pembalap dari TGRSA Nasser Al-Attiyah berhasil menduduki posisi pertama pada balapan kemari (2 Januari 2017).
Dalam kurun waktu dua detik dibelakangnya terdapat 14 kompetitor yang telah bersaing secara sengit. Bagaimanapun juga, sekitar 10 kilometer sebelum garis akhir dari special stage, ada mobil yang mengalami masalah.
Mesin mobilnya mati secara tiba-tiba pada saat melintasi jalur penghubung. Pembalap TGRSA lainnya Giniel de Villiers dengan nomor balap #302 dan pembalap Conrad Rautenbach membawa kembali mobil yang mogok ke bivouac. Para mekanik berhasil memperbaiki mobilnya dan telah memperisapkannya untuk sesi balapan selanjutnya.
Pebalap team Toyota #302 (kiri) Driver: Giniel de Villiers, (kanan) Navigator: Dirk von ZitzewitzTerlepas dari masalah yang sedang dihadapi oleh rekan satu team-nya, Giniel de Villiers berucap, “tidak ada masalah yang cukup signifikan yang terjadi di hari ini”. Melihat adanya ikatan kerja sama dan dukungan kuat yang ada di dalam team TGRSA seperti itu, cukup menjajikan akan hasil yang terbaik pada Dakar Rally 2017 ini.
Sekilas info seputar seri yang akan dimulai selanjutnya para peserta sepertinya mempunyai keyakinan yang cukup tinggi bahwa mereka mengetahui medan di Argentina, padahal mereka belum pernah melewati “The Chaco”. Sebuah wilayah yang penuh dengan kapur dan bersejarah bagi para pecinta kompetisi reli dunia.
Kesabaran dan kepala yang dingin akan menjadi sebuah aset yang tidak berharga. Khususnya pada saat debu mulai berdatangan. Kecuali, tentu saja, pada saat debu berubah menjadi lumpur. Seri selanjutnya ini sangat menarik perhatian team Toyota.
Baca Juga: