Hal ini yang membuat jarak antar SPBU di Indonesia menjadi jauh. Ini membuat penjual BBM jenis Pertamini bermunculan saat ini. "Orang kan berpikir, kalau beli ke SPBU misalnya jaraknya 5 kilometer, mending di Pertamini. Padahal beda harganya jauh, karena kan mereka juga beli dari SPBU ditambah ongkos angkut, dan lain-lain," paparnya.

Ke depan dalam membangun SPBU baru, Pertamina bisa saja menurunkan jumlah nozzle yang ada menjadi hanya 1 atau 2 buah saja, sehingga bisa dibangun di banyak tempat.

"Selanjutnya kita bisa rangkul Pertamini, tetapi yang safetynya bagus, karena kalau misal nanti kebakaran pasti Pertamina salah lagi," kata Bambang.

Baca Juga: