Alasan kedua menurut Kevin, Toyota punya organisasi besar yang didorong oleh konsensus. Dengan banyak pemikiran dan pendapat yang datang dari tiap individu, mereka harus berkompromi, yang sekali lagi membuat mereka selalu main aman dan mengincar titik tengah.
Dengan ini, Toyota bisa jadi besar, karena mereka bisa menjual mobil yang tidak aneh-aneh ke orang yang menganggap mobil hanyalah sesosok moda transportasi biasa buat bergerak dari A ke B.
Untungnya, Akio Toyoda tahu kalau citra Toyota adalah “membosankan”, dan langsung memberi perintah supaya desainer mobil kini mendapat porsi dominan dalam proses perancangan suatu mobil. Perintah Akio Toyoda adalah tidak boleh ada lagi mobil yang biasa dan membosankan. Keberadaan Studio design asal California ini sangatlah penting buat Toyota, karena merekalah Pioneer reformasi dalam desain Toyota saat ini.
Salah satu komponen yang mendukung desainer Toyota untuk berimajinasi lebih liar adalah hadirnya platform TNGA. TNGA punya titik berat lebih rendah, rangka lebih rigid dan segala aspek lain yang memungkinkan proporsi desain bisa dibuat apik. Dengan proporsi yang pas, desain mobil yang menarik sudah ada di depan mata.
“TNGA juga membebaskan desain kendaraan, memungkinkan garis atap dan kap mesin menjadi lebih rendah dan menghasilkan model-model yang punya keunikan masing-masing secara visual dengan proporsi yang lebih menarik,” tambahnya.
Platform TNGA pertama kali diperkenalkan pada 2015 pada model Prius hybrid generasi keempat dan kini mendukung C-HR, Camry, Corolla mendatang, Lexus UX crossover, Lexus LS sedan dan RAV4 generasi baru, serta digosipkan sebagai dasar SUV besar Kluger baru. Semoga ke depannya Toyota akan lebih menghadirkan desain mobil yang lebih keren dan inovatif.