Chevy C10 Step Side ini pun mengalami proses panjang untuk restorasi di semua bagian. mulai dari fitting dan membuat presisi bodi, sasis hingga kaki-kaki sampai urusan custom mesin V8-nya. Sudah pasti hal tersebut memakan waktu yang tak sedikit.

Meski terlihat punya ride height yang rendah, American classic truck ini mengandalkan suspensi statik alias konvensional tanpa bantuan suspensi udara.

"Kami selalu buat konsep bahwa aftermarket parts seperti pelek yang harus mengikuti sasis standar, bukan sebaliknya. Setelah itu kami perhitungkan agar mobil dapat tetap nyaman namun tetap terlihat 'catchy'," ujar pria berbadan tegap itu.

Mobil yang awalnya setir kiri (LHD) ini kemudian di konversi IFS supaya menjadi setir kanan (RHD), memudahkan pemiliknya untuk membawa mobil lansiran 1970 ini di Indonesia.

Baca Juga: Ford F1 1948 – Muscle Truck Terinspirasi Film MacGyver

Lanjut Baca lagi