
"Dasarnya mobil Group N tidak diperbolehkan menggunakan stroker kit (naik kapasitas mesin), turbo juga ada restrictor-nya, tapi beberapa tahun belakangan ini ada kelonggaran peraturan di beberapa poin," imbuh pria berkacamata itu.
Meski di-tune oleh Prodrive, mesinnya pun tak banyak berubah mengikuti regulasi. Hanya saja terdapat beberapa fitur khas rally, seperti anti-lag system yang berfungsi untuk menjaga agar turbo dapat mempertahankan spool-nya tanpa harus kehilangan momentum.
Baca Juga: Banteng Motorsport Sprint Rally 2018 Seri I Sukses Lampaui Target Peserta

Mesin berkofigurasi boxer tersebut dipasangkan dengan dogbox racikan Prodrive, yang sudah dikalibrasi khusus untuk trek reli. "Kita pakai sequential shifter, karena sudah 2 tahun belakangan ini sudah diperbolehkan di regulasi. Pada seri I shifter kita sempat patah, namun untungnya masih bisa mengejar poin sampai juara nasional," sambung putra dari pereli senior Indonesia, Arief Indiarto ini.
"Ke depannya mungkin sudah waktunya ganti mobil, kandidat sih ada Mitsubishi AP4," tutupnya singkat.
Wah, bakal makin memanas dunia trek reli Tanah Air nih! Ditunggu aksinya bro, goodluck!
Baca Juga: IMI Tetapkan Naik Kapasitas Mesin Di Kejurnas Sprint Rally 2019
Spesifikasi
EksteriorTuned by Prodrive
InteriorTuned by Prodrive
Kaki-kakiTuned by Prodrive
MesinTuned by Prodrive