Performa
Kinerja suspensinya terasa nyaman dan stabil di jalan bebas hambatan, apalagi manuver di belokan juga tidak membuat limbung, namun karakter kerasnya terasa saat melalui jalan bergelombang dan berlubang. Tetapi kombinasi suspensi model MacPherson dan Multi Link sudah menjadi duet pas pada mobil ini.
Baca juga: Varian Baru Kia Carens 1.5L IVT 6-Seaters, Diharapkan Dongkrak Penjualan Tahun 2023
Untuk jantung pacunya, mengandalkan mesin Smartstream Gamma II 4 silinder, DOHC, berkapasitas 1.497 cc, sanggup menghasilkan tenaga maksimal mencapai 115 dk pada 6.300 rpm, dan torsi 144 Nm pada 4.500 rpm. Disandingkan dengan transmisi CVT dengan 8 percepatan, memberikan perpindahan gigi yang halus juga konsumsi bahan bakarnya cukup efisien.
Penggunaan dalam kota dengan rute BSD City hingga Jl Sudirman sanggup menembus angka 13,8 kpl. Fitur auto start/stop engine berperan membuat konsumsi bahan bakar lebih irit. Mesin akan mati ketika berhenti di lampu merah atau macet, tetapi akan kembali menyala setelah pedal rem dilepas.
Sedangkan luar kota penggunaan jalan tol dari Jakarta menuju Cigombong (Tol Bocimi) sanggup menembus angka 20,7 kpl dengan kondisi menurun dan sedikit menanjak.
Performa tersebut dilengkapi lagi dengan 3 mode berkendara, Eco, Normal dan Sport. Untuk Eco, karakter mesin jadi sedikit lebih halus, karena tujuannya hemat bahan bakar mesin terasa tertahan di putaran mesin tertentu, sehingga harus injak pedal sedikit dalam bila ingin berakselerasi.
Mode normal cukup responsif dan nampaknya paling cocok untuk penggunaan harian. Karena kita masih bisa menikmati berkendara, dengan pedal akselerasi yang terasa lebih padat saat diinjak.
Kemudian mode Sport adalah paling responsif, mobil secara instan memberikan tenaga yang kita butuhkan. Namun saat coba KabarOto mencoba injak gas dalam, walau cukup cepat akselerasinya seperti agak berat, nah ini yang menjadi ciri dari transmisi CVT. Tidak bisa langsung berakselerasi, apalagi kapasitas mesinnya masih di bawah 2.000 cc.
Secara keseluruhan, MPV ini cukup menyenangkan dan kompak. Dimensinya yang tidak terlalu besar membuat penggunaan dalam kota lebih ringkas. Leg room dan head room-nya juga cukup baik, tidak terasa dalam ruangan yang sempit.
Hanya untuk pemakaian yang membutuhkan akselerasi cepat, rasanya anda harus paham jika transmisi CVT tidak memberikan dampak cepat saat di awal, apalagi karakter mesin 1.500 cc bukan untuk performa tinggi, lebih kepada efisiensi dan perawatan yang tidak mahal.
Data dan Fakta
|
Properti |
PT Kreta Indo Artha (Kia) |
|
Harga |
Rp 407,6 juta |
|
Dimensi |
Panjang 4.540 mm, Lebar 1.800 mm, Tinggi 1.700 mm |
|
Sumbu Roda |
2.780 mm |
|
Mesin |
Smartstream Gamma II, 4 silinder, DOHC |
|
Kapasitas |
1.497 cc |
|
Transmisi |
IVT 8 Percepatan |
|
Tenaga |
115 dk @ 6.300 rpm |
|
Torsi |
144 Nm @ 4.500 rpm |
|
Suspensi |
MacPherson (depan), Multi Link (belakang) |
|
Rem |
ABS EBD, Cakram Ventilasi (depan), Cakram (belakang) |
|
Pelek dan Ban |
16 inci, 205/65R16 |
|
Bahan Bakar |
RON 92 |
|
Rute Pengujian |
Cawang-Bogor-BSD City-Jakarta-Cigombong-Bogor |
|
Jarak Pengujian |
468 km |
|
Konsumsi Bahan Bakar |
13,8 kpl (dalam kota), 20,7 kpl (luar kota) |