Memang, Ace Scrambler tidak bisa dikatakan sangat powerfull di tanjakan. Motor dengan berat 125 kilogram ini mengusung mesin 250 cc single silinder berpendingin udara. Dengan kekuatan itu, saat menemui tanjakan Ace Scrambler, tak jauh seperti motor kelas 250 lainnya.
Biker harus mengurut gas dari gigi bawah untuk bisa menanjak.
Tapi, bila dibanding dengan saudaranya Misfit 250 yang memili bobot lebih berat (144 kilogram), Ace Scrambler relatif lebih lincah diajak bermanuver di tanjakan dan turunan berkelok.
Baca Juga: Test Ride - Cleveland Misfit 250 Tak Cocok Diajak Touring Ke Perbukitan?
Berkat rancangan bore dan stroke, 67 mm x 65 mm, karakternya sedikit overbore demi tenaga di putaran menengah dan atas.
Nah, bila biker sudah menemukan momentum putaran menengah-atas saat melahap tanjakan, Ace Scrambler ini akan terasa enaknya. Bisa terus melesat. Asal tak kehilangan momentumnya.
Biker juga tak perlu khawatir dengan sistem pengeramannya. Cukup mumpuni. Sudah menggunakan cakram single disc di depan dan belakang.
Sedikit perlu diperhatikan adalah, biker harus berhati-hati saat bermanuver di atas kecepatan 60 km di jalanan turunan berkelok. Jangan sampai kehilangan kendali.
Memang dengan spek ini, biker tak bisa terlalu berharap banyak untuk melakukan manuver ekstrem dijalanan yang ekstrem pula.
Tapi, percayalah. Menunggungi Ace Scrambler memang punya gaya tersendiri.
Dengan motor yang relatif ringan, ditambah posisi riding yang pas, plus setang melebar, biker seolah bisa menakhlukkan jalanan berkelok Cileteuh dengan penuh keanggunan.

Di jalanan akan banyak pasang mata yang tertuju pada kegaharan dan keindahan motor klasik ini. Belum lagi, jika biker menyematkan knalpot dengan karakter suara yang khas motor besar: Blarrr…..
Anda ingin bersenang-senang dengan motor serba bisa dengan gaya klasik? Jangan hilangkan Ace Scrambler dalam daftar list Anda! (kuh)