Karakter suspensi depan dengan travel 240 mm tergolong nyaman melibas gravel hingga bebatuan dan gundukan tanah di trek tersebut, torsi pun keluar dari mesin dengan instan, sehingga bermanuver di medan offroad menjadi hal yang relatif mudah.
Apalagi test rider Kabaroto juga menggunakan mode Off-road, dengan minimum kontrol traksi dan engine brake, yang klaimnya paling mudah diatur dalam hal pengiriman tenaga. ABS dinonaktifkan pada rem belakang juga dapat dinonaktifkan pada rem depan.
Tak perlu banyak usaha untuk melahap tikungan demi tikungan di trek tersebut. Sayangnya, Aprilia Quick Shift (AQS) absen di motor ini, yakni girboks elektronik yang memungkinkan perpindahan gigi dengan cepat tanpa menutup throttle atau menggunakan kopling.
Membawa motor ini dengan jarak total 189 km dengan rute pengetesan Gading Serpong - Alam Sutera - BSD - Pamulang, konsumsi bahan bakar rata-rata yang ditunjukkan cukup baik, dengan mencatatkan angka paling efisien 18,9 kpl.
Jadi, dengan harga Rp 656 Jutaan, apakah Sobat berminat untuk meminang motor dual purpose lansiran Aprilia ini?
| Properti | PT Piaggio Indonesia |
| Harga | Rp 656 juta on-the-road DKI Jakarta |
| Dimensi PxLxT | 2.220 x 965 x 1.440 mm |
| Mesin | 2 silinder paralel DOHC |
| Kapasitas Mesin | 659 cc |
| Tenaga | 80 dk |
| Torsi | 70 Nm |
| Diameter x langkah piston | 81 x 63,93 mm |
| Suspensi depan | Upside Down Kayaba 43 mm dengan counterspring, fully adjustable, travel 240 mm |
| Suspensi belakang | Monoshock Kayaba fully adjustable, travel 240 mm |
| Pelek dan Ban | 21 inci, Depan: 90/90-21 (Tubeless), Belakang: 150/70-21 & R18 (Tubeless) |
| Pengereman depan-belakang | Brembo, 300 mm floating double disc, master cylinder, and metal braided brake lineBrembo, 260 mm disc, single piston caliper, and metal braided brake line |
| Bahan Bakar | Ron 95 |
| Konsumsi Bahan Bakar | 18,9 kpl (rata-rata) |
| Jarak Pengujian | 189 km |
| Rute Pengujian | Gading Serpong - Alam Sutera - BSD - Pamulang |