Penerangan motor yang sudah dilengkapi full LED ini, terbilang sangat baik, cenderung terang, namun posisi high beam menyilaukan karena sorotannya tergolong tinggi.

Asyiknya, tangki motor ini terbilang ergonomis, didesain untuk dijepit paha rider karena disediakan cekungan yang bikin manuver makin pede.

Berbicara mesin, untuk ukuran 250 cc, hawa panas lumayan terasa di betis dan pangkal paha, namun tidak se-ekstrem moge, dengan mesin lebih tinggi.

Bentuk spidometer-nya simpel, masih analog, dilengkapi digital monokrom untuk trip meter dan indikator bahan bakar, namun informatif. Hal tersebut merupakan pengembangan dari versi 400 cc-nya, karena indikator itu sekarang punya gear position untuk informasi rider.

Throttle atau bukaan gas cenderung kurang ergonomis digunakan untuk situasi stop & go. Pasalnya, karakteristik mesin terasa seperti saklar (on & off), hal tersebut mengakibatkan akselerasi buka tutup throttle kurang halus.

Namun, suara yang dihasilkan mesin 250 cc 2 silinder segaris tersebut cukup merdu. Bahkan bisa dibilang seakan-akan mirip suara 'moge' 4 silinder. jadi, motor Rp 78 jutaan ini, cocok buat Sobat KabarOto yang doyan jadi bahan perhatian di jalanan.

Mesin 2 silinder segaris 4 langkah DOHC 247 cc dengan shaft balancer
Pendingin Air-cooled (udara)
Perbandingan kompresi 9,3:1
Tenaga 16,7 dk/ 8.500 rpm
Torsi 16 Nm/ 6.000 rpm
Bore x stroke 55 mm x 53 mm
Pengapian CDI
Properti PT Sumatra Motor Indonesia (Cleveland CycleWerks Indonesia)
Rute Pengetesan Bintaro - Gading Serpong - Alam Sutera - BSD - Pamulang
Konsumsi BBM 18 kpl