Spidometernya sendiri modern dengan tampilan digital, menyuguhkan informasi kecepatan, odometer, trip A & B, suhu udara, side stand status, jam, rpm, voltase aki, dan jadwal servis. Ada juga shift light yang akan berkedip di angka 12.000 rpm.
Saat diajak berkendara di kepadatan Jakarta, Sixty2 menyuguhkan pengendalian yang lincah. Dengan bobot 183 kg, layaknya mengendarai motor 250 cc. Melewati kemacetan juga masih nikmat tidak merepotkan. Hanya harus berhati–hati karena stangnya cukup lebar. Suspensinya nyaman, baik dikendarai sendiri maupun berboncengan.
Dibekali dengan mesin L-twin cylinder dengan bore 72 mm dan stroke 49 mm, Desmodromic 2 klep di tiap silindernya. Racikan Ducati ini memiliki karakter respon mesin yang cukup halus sehingga cocok untuk bikers yang baru naik kelas atau untuk riding dalam kota.
Raungan mesin kasar khas Ducati tetap terdengar jelas, meskipun knalpot motor ini sudah berganti menggunakan merek aftermarket terkenal. Raungannya makin ganas, menambah adrenalin bagi pengendara.
Baca juga: Test Ride - New Ducati Monster 821 2019, Si Legendaris Pengabdi Torsi

Saat akselerasi, motor ini baru terasa galak saat menyentuh 8.000 rpm, hentakan mesin langsung terasa menarik badan sampai limiter di 12.000 rpm. Memang motor ini diracik agar memiliki tenaga puncak 41 dk dan torsi 34,6 Nm pada rentang rpm tersebut.
Karakter perpindahan gear terasa halus dan rapat, namun masih terasa ada jeda rpm ‘drop’ saat pindah gear. Koplingnya termasuk enteng sehingga semakin menambah kenikmatan berkendara terutama di dalam kota. Namun sayang putaran gas terasa cukup berat, sehingga disarankan untuk menggunakan sarung tangan.
Satu lagi yang harus diingat adalah, hawa panas akan merasuk ke kaki pengendara saat posisi sedang terjebak macet atau berhenti di lampu merah, tapi begitu sudah tancap gas lagi panasnya hilang seketika.
Scrambler Sixty2 ini merupakan racikan yang pas dari Ducati karena terasa lincah untuk membelah kepadatan Jakarta namun juga responsif dan tetap nyaman saat diajak turing jarak jauh.
Bertenaga saat menyusuri jalan menanjak di kawasan Puncak, Jawa Barat, lincah saat manuver zig zag di kawasan Parung, serta tetap bergaya diajak hang out di kawasan BSD City.
Mesin berkapasitas 399 cc merupakan pilihan bijak bagi Anda yang ingin naik kelas dan merasakan sensasi berkendara ala Ducati.
Scrambler Sixty2 ini dijual dengan harga Rp 260 juta (OTR Jabodetabek), sobat KabarOto tertarik meminangnya?
Spesifikasi:
Property: PT Cakra Motor Sports
Harga: Rp 260 juta (OTR Jabodetabek)
Mesin: L-Twin cylinder, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, air-cooled
Kapasitas: 399 cc
Bore x stroke: 72 mm x 49 mm
Compression ratio: 10,7:1
Tenaga: 41 dk @ 8.750 rpm
Torsi: 34,6 Nm @ 8.000 rpm
Fuel injection: Electronic fuel injection, throttle body diameter 50 mm
Sistem Pembuangan: Exhaust system with single stainless steel muffler, aluminium tail pipe cover; catalytic converter and 2 lambda probes
Emisi: Euro 4
Kopling: Wet multiplate clutch with mechanical control
Sasis: Tubular steel Trellis frame
Suspensi: Traditional Showa 41 mm fork (depan), Kayaba rear shock with fully adjustable preload (belakang)
Pelek: Lightweight alloy, 10-spoke, 3.00 x 18 (depan), 10-spoke, 4.50 x 1 (belakang)
Ban: Pirelli MT 60 RS 110/80-R18 (depan), Pirelli MT 60 RS 160/60-R17 (belakang)
Rem: ABS 320 mm disc, 2-piston floating caliper (depan), 245 mm disc, 1-piston floating caliper (belakang)
Sumbu Roda: 1.460 mm
Kapasitas Tangki: 14 liter
Bobot: 183 kg
Jalur Tes: Bogor - BSD City - Jakarta - Puncak - Parung
Bahan Bakar: Ron 95