Setelah itu piston seharga Rp 1,8 juta, berikut ring dapat dengan mudah masuk ke liner silinder blok. Tentu tanpa gangguan di bagian kruk as atau di sekitar kepala silinder.
Harus tetap disesuaikan, meski diklaim mudah dipasang, ubahannya tetap melakukan perbaikan di beberapa bagian. Seperti kepala silinder, diameter kubahnya kudu disesuaikan diameter piston. Lalu atur ulang kompresi lewat penambahan tebal paking atas dan memapas daging kubah agar mudah didapat perbandingannya.
Lalu bagian kepala piston asli YZF250 yang ada 4 lubang klep dicustom untuk menghindari klep mentok saat naik-turun atau overlap. Tentu dibikin coakan baru itu mengikuti pola klep di kepala silinder Scorpio yang hanya 2 batang. Sedang di bagian silinder blok, hanya mengikuti bentuk semula. Karena tidak ada perubahan pada langkah atau stroke.
Bentuk piston YZF250 yang berbadan ceper, otomatis gerak naik-turun semakin cepat, ringan juga minim gesekan. Maka sebagai pengimbang, pelumasan dinding liner perlu ditilik ulang. Sebab kalau kurang pelumas di liner, piston rawan ngancing.
Untuk menghidari seher atau piston ngunci, lakukan proses ganti dan huning liner. Cari yang ahli bubut dua orang, satu untuk ganti liner dan satunya lagi ngehun. Sehingga saya percaya mesin tidak ngejim lagi karen proses ini sangat sakral atau sangan sensitif.