Harus diakui bahwa ajang SEM DWC 2017 ini telah mendorong kedua tim dari Indonesia untuk tampil di DWC 2017 tentu bukan sekedar meramaikan saja, melainkan untuk menunjukkan eksistensi dan partisipasi dalam upaya pengembangan teknologi otomotif. Di samping itu, para mahasiswa dari dua perguruan tinggi negeri ini, ingin menunjukkan pada Indonesia bahwa mereka bisa bersaing di tingkat dunia. Teknologi otomotif yang mereka kembangkan bisa disejajarkan dengan hasil karya mahasiswa dari negara lain di Asia, Eropa dan Amerika. Dilihat dari spesifikasi kendaraannya, rekayasa teknologi yang mereka aplikasikan sudah sangat baik, dengan berbagai perhitungan fungsi dan manfaat.

Hal ini sejalan dengan kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) yang ditujukan untuk menginspirasi para pelajar/mahasiswa untuk mengembangkan inovasi teknologi bagi masa depan, khususnya dalam hal efisiensi penggunaan sumber-sumber energi dan kinerja moda transportasi. Tim peserta SEM ditantang untuk mendesain, mengembangkan serta menguji kendaraan ciptaan mereka untuk menempuh jarak terjauh dengan menggunakan sumber energi paling hemat.