MotoGP 2016 telah berakhir, dengan Marc Marquez tampil sebagai juara dunia untuk kali ketiga di kelas primer. Banyak momen unik terjadi di sepanjang tahun kemarin. Berikut lima alasan mengapa MotoGP 2016 menjadi musim terbaik sepanjang sejarah.
Marquez memastikan diri sebagai jawara berkat kemenangan di sirkuit Motegi, Jepang, dengan musim masih menyisakan tiga seri. Sementara tempat kedua dihuni oleh Valentino Rossi, disusul kemudian Jorge Lorenzo berada di peringkat tiga.
Namun uniknya di musim 2016, ada lebih dari lima rider yang muncul sebagai juara seri. Ada hal menarik lainnya yang kami himpun berdasarkan lansir laman resmi MotoGP.
SEMBILAN PEMENANG BERBEDA

Sepanjang 68 tahun gelaran Grand Prix kelas primer, baru kali ini terjadi. 2016 menjadi saksi sembilan rider meraih kemenangan seri MotoGP. Hal tersebut tentu menunjukkan betapa ketatnya persaingan pada musim tersebut. Siapa saja yang berhasil melakukannya? Mereka adalah Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha MotoGP), Jack Miller (EG0,0 Marc VDS), Marc Marquez dan Dani Pedrosa (Repsol Honda), Cal Crutchlow (LCR Honda), Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso (Ducati), serta Maverick Vinales (Suzuki Ecstar). Mengagumkan!
DELAPAN RIDER BERBEDA RAIH KEMENANGAN BERUNTUN

Ketika Jorge Lorenzo sukses melewati Marc Marquez untuk menjadi pemenang di Mugello, itu terlihat seperti balapan yang menegangkan. Namun tahukah Anda? Bagian terbaiknya justru terjadi usai persaingan di seri Italia tersebut. Setelah Lorenzo, secara beruntun tujuh pembalap berbeda berhasil menjadi juara seri yang diakhiri oleh kesuksesan Dani Pedrosa di San Marino.
EMPAT PABRIKAN BERBEDA JADI PEMENANG

Yamaha tampil sebagai yang teratas di awal musim ketika juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, menjadi kampiun di Qatar. Menyusul kemudian Honda meraih kemenangan perdana sebagaimana Marc Marquez naik podium pertama di Argentina.
Lalu Andrea Iannone berhasil mengakhiri paceklik kemenangan Ducati yang terakhir kali disumbang oleh Casey Stoner di Philip Island pada 2010 silam. Andrea Dovizioso juga ikut menyumbang kemenangan untuk Ducati di Borgo Panigale.
Dan yang tak kalah menawan, Maverick Vinales memberikan kemenangan perdana untuk Suzuki di Silverstone. Itu juga pencapaian terbaik perdana Vinales di kelas primer.
TIM IDEPENDEN RAIH KEMENANGAN

Sebelum 2016, kemenangan tim independen terjadi 10 tahun silam ketika Toni Elias keluar sebagai kampiun di Estoril. Musim ini, sejarah kembali terulang saat Jack Miller mengantar Marc VDS Racing Team menjadi juara di sirkuit Assen. Ada pula Cal Cruthchlow yang memberikan dua kemenangan untuk LCR Honda.
ORANG INGGRIS RAYA PERTAMA YANG MENANG SEJAK 36 TAHUN SILAM

Adalah Cal Crutchlow, pembalap asal Inggris berusia 31, yang sukses memecahkan rekor lama tersebut. Pencapaian impresif Crutchlow terjadi di seri ke-11 di Brno. Dalam kondisi lintasan basah, pemilihan ban yang tepat sukses menempatkannya di garis terdepan untuk mencuri kemenangan dari Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Bukan hanya sekali, tapi dua kali! Ya, Crutchlow kembali naik podium untuk mengangkat trofi juara pertama pada seri GP Australia di Philip Island. Penunggang motor LCR Honda ini lagi-lagi mengangkangi Marquez dan Rossi. Hebatnya lagi, trek balapan dalam kondisi kering.
BARISAN SUPERSTAR!

Di MotorLand Aragon, juara dunia MotoGP 2006 Nicky Hayden gabung bersama Marc VDS Racing Team untuk menggantikan Jack Miller yang tengah mengalami cedera. Kehadiran Hayden, sebagai mantan juara dunia, tentu saja semakin menyemarakkan GP Aragon yang sebelumnya dihuni nama-nama tenar macam Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo hingga Dani Pedrosa. Sayangnya, di seri ke-14 ini Hayden hanya mampu finis di peringkat 15. Sementara urutan pertama diraih oleh Marc Marquez.