KabarOto.com - Fasilitas pabrik BYD Indonesia yang baru diresmikan di Subang Jawa Barat, dirancang dengan tingkat otomatisasi dan didukung oleh sistem produksi yang terintegrasi.
Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia.
Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,
ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Baca juga:
Rp11,6 Triliun, Pabrik BYD Lokal Diresmikan di Subang
Daftar Isi
3 Tahap Proses
Daftar Isi
Factory tour pun digelar untuk para awak media untuk melihat secara langsung proses manufaktur kendaraan energi baru BYD di Subang.
Meski demikian, para awak media tidak diperkenankan untuk mengambil gambar dan merekam video oleh yang berwenang.
Namun, dari pantauan langsung KabarOto di lokasi, tiga rangkaian utama manufaktur yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Welding, Painting, dan Final Assembly, yang saling terhubung dalam satu proses produksi.

Di area Welding, KabarOto melihat bagaimana struktur dasar kendaraan dibentuk secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh.
Area ini menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model, yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama. Proses tersebut didukung kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik.
Beranjak ke Painting, proses manufaktur berfokus pada memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior.
Sistem produksi dan quality control terintegrasi digunakan untuk memantau proses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan permukaan dan kualitas pengecatan. Area ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi.
Sementara itu, Final Assembly memperlihatkan tahap ketika berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan. Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas.
Baca Juga: Buka Pabrik di Subang, BYD Kejar TKDN 60 Persen dan Baterai Lokal
Kontrol Kualitas
Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.
Ketiga rangkaian tersebut klaimnya memberikan gambaran mengenai bagaimana otomatisasi, digitalisasi, fleksibilitas produksi, pengendalian kualitas, dan pengembangan keterampilan karyawan diterapkan secara terintegrasi dalam fasilitas manufaktur BYD Indonesia.

