OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Ambisi BYD Geser Toyota dan Volkswagen dalam Lima Tahun

Kusnadi Chahyono - 2 jam, 22 menit lalu
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Produsen kendaraan energi baru asal China, BYD, melontarkan target ambisius untuk menguasai takhta industri otomotif global. Perusahaan secara terbuka menyatakan optimismenya untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam jangka waktu lima tahun ke depan, sekaligus menggeser dua raksasa otomotif yang lama mendominasi, yakni Toyota dan Volkswagen Group.

Pernyataan berani ini disampaikan langsung oleh Executive Vice President BYD, Stella Li (Li Ke), saat menghadiri forum ekonomi bergengsi Milken Institute Asia Summit, (7–9/10) di Four Seasons Hotel, Singapura.

Menurutnya, pertumbuhan pesat perusahaan yang didukung oleh integrasi teknologi energi terbarukan menjadi modal utama untuk mencapai posisi puncak tersebut.

Baca Juga: Stellantis di Paris Motor Show 2026 Boyong 6 Mobil Konsep Ikonik

Strategi Akselerasi Ekspansi Luar Negeri

Demi merealisasikan target besar tersebut, Stella Li menegaskan bahwa BYD akan terus menggenjot penetrasi pasarnya di berbagai wilayah strategis dunia. Strategi penjelajahan pasar global ini mencakup wilayah Eropa, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia, hingga Oseania melalui kombinasi ekspor unit dan pembangunan pabrik perakitan lokal.

Stella Li BYD
Executive Vice President BYD, Stella Li saat peluncuran Denza Z

BYD akan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan, melampaui Toyota dan Volkswagen,

ujar Stella Li secara tegas di hadapan para pemimpin industri dan investor global.

Langkah ekspansi agresif ini dinilai menjadi kunci utama pertumbuhan BYD, mengingat tingkat pertumbuhan pasar domestik di China mulai mengalami perlambatan. Dengan memindahkan sebagian fokus produksinya ke luar negeri, raksasa NEV (New Energy Vehicle) ini bertekad memperluas jangkauan konsumen secara masif di pasar berkembang maupun negara maju.

Keunggulan Ekosistem Mandiri dan Baterai

Selain mengandalkan jaringan penjualan yang kian luas, Stella Li menggarisbawahi bahwa kekuatan utama BYD terletak pada penguasaan rantai pasok secara mandiri. Berbeda dengan pabrikan konvensional yang bergantung pada pihak ketiga, BYD memiliki keahlian mendalam di bidang penyimpanan energi, teknologi panel surya, hingga manufaktur baterai secara internal.

Penguasaan teknologi baterai mandiri seperti Blade Battery memberi BYD efisiensi biaya produksi yang sulit ditandingi oleh para pesaingnya. Hal ini memungkinkan raksasa asal Shenzhen tersebut menghadirkan jajaran kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) dengan harga yang jauh lebih kompetitif di pasar internasional.

Baca Juga: Nissan Navara Pro Setir Kanan Siap Masuk Dua Negara Ini

Beralih Fokus dari Pasar Amerika Serikat

Meski membidik posisi puncak dunia, BYD secara mengejutkan memilih untuk tidak terburu-buru masuk ke pasar mobil penumpang di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Dinamika politik, hambatan tarif impor yang tinggi, serta ketidakpastian regulasi menjadi alasan utama perusahaan untuk mengalihkan fokusnya ke kawasan lain yang lebih ramah terhadap investasi.

Berdasarkan data peringkat penjualan otomotif global, BYD saat ini berada di posisi enam besar dunia di bawah konsorsium raksasa seperti Toyota Group, Volkswagen Group, Hyundai Motor Group, Stellantis, dan Aliansi Renault-Nissan.

Meskipun tantangan untuk menambah volume penjualan hingga jutaan unit per tahun sangat berat, konsistensi tren pertumbuhan ekspor BYD diyakini mampu membuat peta persaingan otomotif dunia berubah drastis pada akhir dekade ini.

Baca Artikel Asli