OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Automechanika Jakarta 2026 Soroti Kesiapan Era Kendaraan Listrik

Kusnadi Chahyono - 2 jam, 3 menit lalu
OtoNews Event News

KabarOto.com - Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan digitalisasi di sektor otomotif nasional, kesiapan rantai pasok dan layanan purnajual menjadi krusial. Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam rangkaian forum dan seminar teknis pada ajang Automechanika Jakarta 2026 yang sukses dihelat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) hingga 27 September 2026.

Pameran internasional ini tidak hanya menampilkan suku cadang konvensional, tetapi juga memamerkan teknologi diagnostik canggih, peralatan otomatisasi bengkel, hingga solusi telematika terkini. Sebanyak 48 acara pendukung yang diselenggarakan—termasuk Konferensi Solusi Mobilitas Otomotif serta Seminar Teknologi & Keterampilan—menjadi wadah edukasi penting bagi pemilik bengkel dan teknisi lokal untuk bertransisi menuju era elektrifikasi.

Para teknisi dan pelaku bisnis purnajual di Indonesia diajak untuk memahami perubahan arsitektur kendaraan, penanganan sistem baterai bertegangan tinggi, serta perangkat lunak pemeliharaan berbasis data (predictive maintenance).

Tantangan Daur Ulang Baterai dan Kebutuhan Lokalisasi Teknologi

Salah satu topik hangat yang menyedot perhatian para ahli internasional dalam konferensi adalah pengelolaan rantai nilai baterai bekas kendaraan listrik. Dengan diperkirakannya hampir satu juta baterai bekas EV secara global dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia dinilai perlu menyiapkan regulasi dan infrastruktur daur ulang yang ramah lingkungan sejak dini.

Binu George, Country Manager TotalEnergies Renewables Distributed Generation, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas negara untuk membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Asia Tenggara.

Seiring percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, daur ulang baterai yang berkelanjutan sangat penting. Dengan hampir satu juta baterai bekas pakai yang diperkirakan akan tersedia secara global dalam tiga tahun ke depan, kebijakan pemerintah yang jelas dan diskusi platform seperti ini sangat penting untuk mendorong kolaborasi lintas batas dan membangun ekosistem yang berkelanjutan seiring dengan perluasan kehadiran pemain internasional di seluruh Asia Tenggara,

jelas Binu George.

Di sisi lain, penerapan teknologi telematika dan IoT (Internet of Things) pada kendaraan komersial juga menjadi sorotan. Para penyedia teknologi internasional menilai pasar Indonesia memiliki karakteristik unik yang membutuhkan penyesuaian (customization) layanan telematika lokal.

Darius Labutis, Chief Operating Officer Dielektrik UAB dari Lithuania, membagikan pandangannya mengenai pemanfaatan solusi digital di pasar lokal.

Kami baru saja menghadiri sesi tentang telematika, yang relevan bagi kami karena kami sedang mengembangkan solusi baru. Meskipun sudah meluncurkannya di Eropa, sangat bermanfaat untuk mengamati lanskap Indonesia. Untuk berhasil di sini, kami harus menyesuaikan layanan kami agar sesuai dengan kebutuhan lokal yang spesifik. Secara keseluruhan, acara ini memberikan informasi pasar yang berharga,

ujar Darius Labutis.

Penguatan Keterampilan SDM Bengkel dan Komunitas Otomotif

Selain diskusi tingkat tinggi, Automechanika Jakarta 2026 memberikan nilai praktis yang berdampak langsung pada peningkatan keterampilan (upskilling) tenaga kerja lokal melalui Auto Service Day dan lokakarya mekanik. Kegiatan ini didukung oleh berbagai asosiasi seperti Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) dan Asosiasi Perbaikan Bodi Otomotif Indonesia (ABBA).

Kemeriahan pameran ditutup dengan ajang autoFEST@JKT yang menyatukan berbagai komunitas otomotif melalui kompetisi modifikasi, Brake Challenge, dan EMMA Racing. Kehadiran ragam kegiatan ini membuktikan bahwa Automechanika Jakarta sukses memadukan aspek bisnis B2B, transfer teknologi masa depan, dan edukasi budaya otomotif secara komprehensif.

Baca Artikel Asli