KabarOto.com - Meningkatnya mobilitas harian di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) membuat banyak komuter mulai melirik sepeda motor listrik sebagai alternatif. Bukan sekadar tren ramah lingkungan, daya tarik utama kendaraan niremisi ini justru terletak pada potensinya untuk memangkas pengeluaran bulanan secara signifikan.
Menurut Aris Budiman, seorang pengamat efisiensi energi dari Green Mobility Institute, perbedaan biaya konsumsi energi antara motor listrik dan motor bensin konvensional sangat kontras.
Baca Juga: Swap Baterai vs Charging Mandiri, Intip Pro Kontranya
Efisiensi 4-5 Kali Lipat
Jika dihitung per kilometer, motor listrik itu jauh lebih efisien. Sebagai gambaran, motor bensin rata-rata membutuhkan biaya sekitar Rp200 hingga Rp250 per kilometer jika menggunakan Pertalite atau Pertamax. Sementara itu, motor listrik hanya menghabiskan sekitar Rp 42 per kilometer berdasarkan tarif listrik PLN saat ini,
ujar Aris.
Artinya, efisiensi energi dari pengisian daya baterai bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat lebih murah dibanding membeli BBM. Untuk memberikan gambaran riil, mari bedah simulasinya jika Anda menempuh jarak komuter harian sekitar 50 km (atau sekitar 1.000 km per bulan).
Catatan: Angka dapat bervariasi tergantung gaya berkendara dan skema baterai (milik sendiri vs sewa bulanan).
Baca Juga: Fitur Anti Maling di Motor Listrik Modern, Begini Penjelasannya
Rincian Biaya
| Komponen Pengeluaran | Motor Bensin (Pertalite/Pertamax) | Motor Listrik (Baterai Milik Sendiri) |
| Biaya Energi Harian (50 km) | Rp 10.000 – Rp 16.250 | Rp 2.100 |
| Biaya Energi Bulanan | Rp 300.000 – Rp 487.500 | Rp 63.000 |
| Biaya Servis & Oli (Tahunan) | Rp 600.000 – Rp 800.000 | Rp 150.000 – Rp 200.000 |
| Total Estimasi Setahun | Rp 4.200.000 – Rp 6.600.000 | Rp 906.000 – Rp 1.000.000 |
