OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Biaya Produksi Membengkak, CEO Baru Toyota Siap Pangkas Beberapa Model Mobil

Dian Tami Kosasih - Sabtu, 20 Juni 2026
OtoNews Oto News Produk Baru Mobil News

KabarOto.com - Siap menghadapi pergeseran strategi, Toyota Motor Corporation berencana melakukan efisiensi agresif dengan memangkas model serta varian kendaraan yang dinilai terlalu gemuk dan memperumit proses produksi. Hal tersebut diungkapkan CEO baru Toyota, Kenta Kon.

Dalam penjelasannya, pabrikan otomotif asal Jepang tersebut menegaskan, langkah ini dilakukan untuk menekan biaya pengembangan serta mendongkrak profitabilitas perusahaan secara global.

Baca Juga: Toyota Agya GR Garage Rebut Podium Mandalika Festival of Speed

Memiliki latar belakang kuat di bidang finansial dan akuntansi, Kenta Kon melihat divisi pengembangan Toyota menciptakan terlalu banyak spesifikasi untuk satu model yang sama. Hal ini memicu lonjakan biaya produksi yang tidak perlu di tengah ketatnya persaingan industri.

Sebagai gambaran, SUV Toyota 4Runner tercatat memiliki 12 pilihan varian, serta Grand Highlander ditawarkan dalam 10 varian berbeda di pasar Amerika Serikat (AS).

Kondisi serupa terjadi pada pikap Toyota Tundra yang memiliki 10 varian dengan kombinasi 4 bentuk bak (bed) dan konfigurasi kabin. Bahkan untuk segmen premium, Tundra memiliki empat opsi trim mewah sekaligus, yaitu Limited, Platinum, Capstone, dan 1794 Edition.

Menariknya, selisih harga antara trim Platinum dan 1794 Edition tergolong sangat tipis, yakni di bawah USD 2.000 atau sekitar Rp 32,7 jutaan. Hal ini dinilai memicu tumpang tindih pasar internal dan membingungkan konsumen.

Sinyal pengetatan ini sebenarnya sudah berembus sejak Mei. Saat itu Toyota melakukan peninjauan ulang strategi global mereka. Langkah nyata pertama yang mengejutkan publik adalah pembatalan rencana produksi massal mobil listrik konsep, Lexus LF-ZC.

Sedan listrik futuristik yang awalnya dijadwalkan meluncur pada 2027, resmi dibatalkan demi menghindari risiko investasi besar di tengah tren perlambatan pertumbuhan pasar EV (Electric Vehicle) global serta potensi rendahnya serapan pasar.

Berdasarkan analisis performa penjualan global, sejumlah model yang minim kontribusi profit kini masuk dalam radar pemangkasan atau tidak akan dilanjutkan generasi penerusnya, seperti:

Toyota Mirai (FCEV): Mobil berbahan bakar hidrogen ini kian terpojok dan dinilai hanya menjadi proyek pencitraan teknologi (vanity project). Tahun lalu, penjualan Mirai di AS ambles dan hanya laku 210 unit. Sebagai perbandingan, sports car Toyota GR86 mampu terjual hingga 576 unit hanya dalam waktu satu bulan (Desember).

Baca Juga: Toyota Racing Meraih Podium Ganda di 24 Hours Le Mans 2026

Toyota Crown (Sedan/Crossover): Model legendaris ini tampaknya gagal memikat konsumen modern di luar Jepang. Penjualan Toyota Crown di AS anjlok lebih dari 37% menjadi hanya 12.309 unit. Jika dihentikan, konsumen di segmen ini kemungkinan besar akan beralih ke Toyota Camry atau Lexus ES.

Toyota Crown Signia: Meski mencatatkan angka penjualan 20.550 unit, pencapaian ini dinilai masih kalah bersaing jika dibandingkan Toyota Venza yang sukses mencetak penjualan 32.086 unit pada 2024 sebelum akhirnya digantikan oleh Crown Signia.

Perubahan kepemimpinan ke tangan Kenta Kon yang berorientasi pada angka dan efisiensi, menandai babak baru bagi Toyota. Pabrikan logo tiga oval ini diprediksi akan menjelma menjadi perusahaan yang lebih ramping, fokus pada model bervolume tinggi, menghasilkan profitabilitas maksimal, serta menyederhanakan pilihan bagi konsumen global.

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT