OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Bos Red Bull Pertanyakan Legalitas Start Sebastian Vettel

Arie Nugroho - Selasa, 11 April 2017
Ulasan

Bos Red Bull, Christian Horner, mempertanyakan legalitas posisi start pebalap Ferrari, Sebastian Vettel, pada balapan F1 GP China di Shanghai, Minggu (9/4/2017).

Vettel sejatinya mengawali balapan dari posisi kedua. Namun, dia tak memarkir mobilnya di dalam kotak grid. Vettel beralasan ingin menghindari ceceran bahan bakar dan aspal yang masih basah pada sisi kanan trek sebelum tikungan pertama.

Vettel bukan pebalap pertama yang start tak persis di dalam kotak grid. Pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo, juga pernah melakukannya pada GP Jepang 2016.

Insiden Ricciardo menjadi topik utama diskusi pebalap jelang balapan berikutnya di Austin, AS. Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, telah meminta otoritas F1 lebih tegas dalam menerapkan regulasi soal posisi start di grid.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan soal isu tersebut. Christian Horner pun kembali buka suara terkait masalah ini agar ke depannya tak ada lagi peraturan yang abu-abu dan berpotensi menimbulkan kontroversi.

"Seingat saya masalah ini sudah pernah didiskusikan sebelumnya. Sangat jelas Seb (Vettel) mencoba mendapatkan jalur yang kering," kata Horner seperti dikutip dari ESPN, Senin (10/4/2017).

"Pertanyaannya, apakah pebalap harus start dari dalam kotak grid atau cukup menyentuh garis saja? Memang dia (Vettel) tak mendapat keuntungan, tapi akan lebih baik jika ada kejelasan soal grid start ini," ujar Horner.

Baca Artikel Asli