Mengenal Fitur Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS)

1 jam, 4 menit lalu
Mengenal Fitur Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS)

Foto: Mitsubishi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS) merupakan fitur yang dirancang khusus untuk mencegah dan mengurangi tingkat kerusakan akibat potensi kecelakaan.

Sistem UMS bekerja layaknya radar yang secara otomatis mengirimkan sinyal saat mendeteksi adanya rintangan. Kinerja sistem ini ditopang oleh 8 sensor yang terbagi rata, empat sensor di bumper depan dan empat sensor di bumper belakang.

Baca Juga: Ragam Fitur di Head Unit Suzuki XL7 New Alpha Hybrid

Prinsip Kerja UMS

Melansir situs resmi Mitsubishi, prinsip kerja UMS berfokus pada respons darurat. Ketika sensor mendeteksi kendaraan atau penghalang dalam jarak empat meter di depan atau belakang, sementara pengemudi menekan pedal gas terlalu cepat dan kuat, menandakan adanya salah pengoperasian, sistem akan langsung menahan output mesin selama hingga lima detik.

Gambaran sederhananya, ketika pengemudi panik menghadapi objek yang mendekat dan secara tidak sengaja menginjak pedal gas alih-alih pedal rem, jeda waktu lima detik dari UMS ini memberi kesempatan emas bagi pengemudi untuk menyadari kekeliruan dan segera berpindah menginjak rem.

Fitur UMS aktif saat kendaraan berada dalam posisi berhenti, bergerak maju, maupun mundur pada kecepatan rendah sekitar 10 kpj. Begitu sistem ini bekerja, peringatan visual akan muncul di layar informasi cluster instrument disertai bunyi buzzer secara putus-putus.

Secara bawaan (default), UMS akan langsung siaga setiap kali mesin mobil dinyalakan, meski pengemudi tetap dapat mematikannya secara manual dengan menekan tombol kontrol selama lebih dari tiga detik.

Baca Juga: Fitur YECVT di Skutik Yamaha dan Kegunaannya Saat Dipakai Touring

Faktor Penghambat

Meskipun canggih, ada beberapa kondisi fisik maupun lingkungan yang membuat sistem UMS tidak dapat beroperasi secara maksimal. Gangguan fisik pada sensor, seperti tertutup stiker, lumpur, salju, air, hingga bekas usapan tangan, dapat menurunkan efektivitasnya.

Selain itu, cuaca ekstrem (hujan deras, badai pasir, angin kencang), perubahan suhu drastis, hingga gangguan frekuensi ultrasonik dari luar juga berpengaruh. UMS juga tidak berfungsi optimal jika menghadapi objek yang menyeberang terlalu mendadak, objek yang hanya terdeteksi sebagian, atau ketika mesin baru saja dinyalakan.

Kondisi medan dan status kendaraan turut memengaruhi responsivitas UMS. Sistem ini tidak akan bekerja ideal saat mobil melintasi jalan berliku tajam, tanjakan atau turunan curam, permukaan jalan bergelombang, maupun saat bodi mobil miring akibat muatan berlebih dan tekanan ban yang tidak seimbang.

Begitu pula jika pengemudian menjadi tidak stabil akibat masalah teknis atau pascakecelakaan, sensor tidak dapat membaca potensi bahaya dengan akurat.

Tags:

#Fitur ADAS #ADAS #Fitur Keselamatan #Fitur Keselamatan Mobil
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan