Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

GIIAS dan Bosch Bongkar Arah Baru Industri Otomotif, ADAS Jadi Senjata Utama

Jumat, 07 Agustus 2026
GIIAS dan Bosch Bongkar Arah Baru Industri Otomotif, ADAS Jadi Senjata Utama

Perangkat ADAS berupa kamera, sensor dan radar. (Foto: Eggi/KabarOto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Industri otomotif kini memasuki fase transformasi baru, di mana fokus pengembangan tidak lagi sekadar pada performa atau efisiensi, melainkan pada kemampuan kendaraan dalam mendeteksi potensi bahaya serta membantu mencegah terjadinya kecelakaan.

Hal tersebut juga selaras dengan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka pameran.

Ia menekankan bahwa langkah strategis yang diambil saat ini baik dari sisi investasi, teknologi, maupun penguatan industri akan sangat menentukan peta otomotif nasional menuju 2035.

Inovasi kendaraan bukan sekadar teknologi canggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan aspek keselamatan bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Sensor ultrasonic pada ADAS berfungsi mendeteksi objek jarak dekat dan sekitar kendaraan.

Keselamatan Jadi Parameter Baru

Perubahan orientasi ini turut disoroti oleh Ardhana Wiranata, Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO. Ia menilai, ukuran kemajuan industri otomotif kini tidak lagi sebatas performa atau efisiensi semata.

Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,

ujarnya.

Dengan kata lain, inovasi kini dituntut memberikan kontribusi nyata terhadap keselamatan, bukan hanya sekadar menjadi fitur tambahan.

Baca Juga: XPeng Mona L03 Melantai di Indonesia, Ini 10 Hal yang Jarang Diketahui

Cara Kerja Teknologi Keselamatan

Implementasi teknologi tersebut dapat dilihat langsung di area Safety & Advanced Technology hasil kolaborasi GAIKINDO dan Bosch Indonesia.

Di sini, pengunjung diajak memahami bagaimana sistem keselamatan modern bekerja secara terintegrasi.

Dalam praktiknya, risiko di jalan sering muncul tanpa peringatan mulai dari kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki yang menyeberang mendadak, hingga kendaraan lain yang muncul dari blind spot.

Radar sensor pada ADAS bekerja sebagai pengukur jarak, arah hingga bisa membaca potensi bahaya.

Pada kondisi seperti ini, kecepatan sistem dalam merespons situasi menjadi sangat krusial.

Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks,

ujar Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.

Bosch menggambarkan cara kerja sistem keselamatan modern melalui tiga tahap utama yang saling terhubung, yakni Sense, Think, dan Act.

Baca Juga: New Audi Q5 SUV Panaskan Persaingan SUV Premium, Harganya Tembus Rp1,7 Miliaran

Pada tahap awal, kendaraan mengandalkan berbagai sensor seperti kamera, radar, dan sensor ultrasonik untuk membaca kondisi sekitar. Sistem ini berfungsi sebagai indra tambahan yang terus memantau lingkungan di sekitar kendaraan.

Informasi dari sensor kemudian diproses oleh sistem komputasi. Perangkat lunak menganalisis dinamika situasi, memprediksi potensi risiko, dan menentukan respons yang paling tepat semuanya berlangsung dalam waktu sangat singkat.

Modul Kontrol ABS/ESP (Electronic Stability Program) sebagai aktuator utama yang mengeksekusi perintah pengereman otomatis.

Ketika potensi bahaya meningkat, sistem seperti Integrated Power Brake akan membantu melakukan pengereman dengan cepat dan presisi. Fungsinya adalah mendukung respons pengemudi, bukan mengambil alih kendali sepenuhnya.

Melalui alur ini, teknologi keselamatan modern tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi dampak kecelakaan, tetapi juga berperan aktif dalam pencegahan sejak tahap awal.

Baca Juga: Mitsubishi Fuso Kejar Zero Downtime Lewat Runner Telematics, Teknologi AI Masuk ke Truk

Selaras dengan Target Keselamatan Global

Arah pengembangan teknologi ini sejalan dengan agenda global dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Global Road Safety Target 5 menargetkan seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi pada 2030.

Di tingkat nasional, komitmen tersebut tercermin dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
 

Tags:

#Fitur ADAS #ADAS #GIIAS 2026
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Pradia Eggi

Memulai karir sebagai tim Creative Research and Development di salah satu stasiun televisi swasta, memiliki ketertarikan terhadap visual dan musik. Lalu berperan sebagai Redaktur Pelaksana di sebuah media kawasan dan saat ini berperan aktif sebagai editor KabarOto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan