KabarOto.com - BYD Seagull generasi kedua mulai membuka detail spesifikasinya menjelang debut resmi di China. Mobil listrik mungil yang diproyeksikan menjadi penerus generasi sebelumnya ini mendapat sejumlah peningkatan menarik, mulai dari interior, kapasitas penyimpanan, teknologi ADAS, hingga kemampuan pengisian baterai.
Di Indonesia, BYD Seagull dikenal melalui nama BYD Atto 1. Jika generasi terbaru ini nantinya masuk ke pasar Tanah Air, sejumlah fitur yang dibawanya berpotensi membuat persaingan mobil listrik kompak semakin menarik.
Baca Juga: Perbedaan BYD Seal 07 Gen 2 2026 dengan BYD Seal yang Beredar di Indonesia
Kabin Makin Canggih, Ada Jok Pijat
Salah satu perubahan paling mencolok berada di bagian kabin. BYD Seagull terbaru dibekali layar floating berukuran besar dengan konsep pembagian 3/7.
Bagian kiri layar berfungsi sebagai panel instrumen untuk menampilkan informasi seperti kecepatan, posisi gigi, jarak tempuh, konsumsi energi, dan mode berkendara. Sedangkan sisi kanan digunakan untuk kebutuhan hiburan, navigasi, serta informasi lainnya.
Tak berhenti di layar, jok depan kini mendapatkan pengaturan elektrik. Bahkan, jok pengemudi memiliki fungsi pijat yang tergolong unik untuk mobil listrik di kelasnya.
Kabin juga dilengkapi ambient light dengan beragam pilihan warna. Kenyamanan penumpang belakang ikut diperhatikan melalui ventilasi AC yang dapat diatur, sementara tombol magnetik "magic" khas BYD tetap dipertahankan.
Frunk 94 Liter, Bagasi Bisa 1.380 Liter
Menariknya, BYD juga memaksimalkan ruang penyimpanan. Karena motor listrik ditempatkan di bagian belakang, tersedia frunk berkapasitas 94 liter di bawah kap depan.
Bagasi belakang dapat menampung hingga 1.380 liter ketika jok baris kedua dilipat. Terdapat pula dua ruang penyimpanan tambahan di bawah jok belakang.
Dari sisi dimensi, Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan wheelbase 2.650 mm.
Motor 127 Dk dan Dua Pilihan Baterai
Untuk dapur pacunya, mobil ini mengandalkan motor listrik bertenaga 95 kW atau sekitar 127 Dk. Konsumen China disebut akan mendapatkan dua pilihan baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh.
Jarak tempuhnya mencapai 320-420 km berdasarkan pengujian CLTC, sedangkan berdasarkan standar WLTP berada di kisaran 262-344 km.
Isi Baterai 10-97 Persen Cuma 9 Menit
Oaling menarik adalah teknologi pengisian cepat flash charging. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit.
Jika klaim tersebut diterapkan pada versi produksi, kemampuan pengisian cepat ini bisa menjadi salah satu daya tarik utama Seagull generasi kedua di tengah persaingan mobil listrik perkotaan.
Ada LiDAR dan ADAS DiPilot 300
BYD Seagull generasi kedua juga menawarkan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap. Sensor tersebut menjadi bagian dari sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 atau yang dikenal sebagai "God's Eye B".
Teknologi ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar efisiensi dan harga terjangkau, tetapi juga mulai membawa fitur bantuan berkendara yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada model dengan kelas harga lebih tinggi.
Harga Diprediksi Rp266 Jutaan
Mengutip Carnewschina, Rabu (30/09/2026), harga BYD Seagull generasi kedua diperkirakan berada di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp266 juta.
Dengan kombinasi fitur yang semakin lengkap, jarak tempuh hingga ratusan kilometer, teknologi ADAS, serta kemampuan fast charging yang sangat cepat, BYD Seagull generasi kedua menarik untuk ditunggu.
Kehadiran model ini juga menjadi perhatian bagi pasar Indonesia karena Seagull merupakan salah satu model yang dikenal di Tanah Air melalui nama BYD Atto 1.
Baca Juga: Denza Resmi Ubah Nama Jadi Danza, Ini Kata Pihak Grup BYD
Jika generasi terbaru ini masuk Indonesia, apakah BYD Atto 1 bakal mendapatkan penerus dengan fitur jok pijat, LiDAR, dan pengisian baterai supercepat?