KabarOto.com - Kecelakaan disebabkan rem truk dan bus blong sering terjadi di berbagai jalan, akibatnya menabrak kendaraan lain di depan. Hal itu menyebabkan korban mengalami luka ringan, berat bahkan meninggal.
Lalu apa yang harus diperhatikan Perusahaan Oto Bus dan juga perusahaan pemilik jasa pengangkut truk agar kendaraan mereka tidak blong remnya?
Kepala Hino Total Support Customer Center (HTSCC) Epen Supendi mengatakan lewat pesan singkatnya.
Baca Juga: Kiat Meremajakan Performa Motor Usai Digunakan Mudik Lebaran

"Cara perawatan kampas rem dilakukan secara periodik dan harian, perawatan periodik dilakukan oleh teknisi, caranya memeriksa kebocoran system rem," terangnya.
Selanjutnya memeriksa atau mengganti kampas rem serta melakukan pengantian komponen rem sesuai dengan petunjuk manual.
HMSI menurut dia, sebagai ATPM Hino di Indonesia Melalui Hino Total support Customer Center (HTSCC) melakukan bekerjasama dengan KNKT dan Kementerian Perhubungan, menyelenggarakan training atau edukasi ke mekanik dan pengemudi customer secara terus menerus, di HTSCC atau di lokasi customer.
"Sementara, harian dilakukan oleh pengemudi, melakukan pemeriksaan pada kendaraan di bagian sistem pengereman," ujar Epen Supendi.
Saat ini untuk mencegah terjadinya rem blong, ada teknologi seperti indikator ketebalan kampas rem, peringatan pada panel indikator dan indikator tekanan angin. Di mana buzzer akan bunyi jika tekanan angin di bawah standar.
Baca Juga: Pentingnya Perawatan Seputar AC Mobil Pasca Mudik Lebaran

"Pada dasarnya rem akan terkunci jika tekanan angin dalam tangki 0 kva / 0 bar," pungkas Epen Supendi.
Selanjutnya auto slack ajuster untuk meminimalisir kesalahan pada saat dilakukan penyetelan celah kampas rem.