OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Fatal Menewaskan Balita, Puluhan Ribu Hyundai Palisade Kena Recall

Kusnadi Chahyono - Senin, 06 April 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai, resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) besar-besaran terhadap model SUV premium mereka, Hyundai Palisade tahun produksi 2026. Langkah drastis ini diambil menyusul sebuah insiden memilukan yang terjadi di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026.

Seorang anak berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit dalam mekanisme pelipatan kursi otomatis baris kedua saat sistem tersebut diaktifkan.

Investigasi awal mengungkapkan bahwa fitur kursi elektrik pada varian Limited dan Calligraphy gagal mendeteksi adanya objek atau penghuni di jalurnya.

Baca Juga: BMW M635CSi, Sang "Sharknose" yang Mengubah Sejarah Grand Tourer Dunia

Sistem anti-pinch yang seharusnya berfungsi sebagai pengaman otomatis untuk menghentikan gerakan kursi saat ada hambatan, dilaporkan tidak aktif sebagaimana mestinya. Akibatnya, mekanisme pelipatan terus berjalan meski sang anak berada di area berbahaya, yang berujung pada cedera fatal hingga merenggut nyawa korban.

Tombol lipat otomatis di Hyundai Palisade diklaim sudah anti-pinch

Merespons tragedi tersebut, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) bersama Hyundai langsung mengeluarkan perintah penghentian penjualan (stop-sale) untuk unit terdampak. Kampanye recall ini melibatkan sedikitnya 68.515 unit kendaraan di Amerika Serikat dan sekitar 7.967 unit di Kanada.

Hyundai menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan kegagalan teknis serupa tidak terulang kembali.

Masalah utama pada recall ini terletak pada perangkat lunak (software) pengendali sensor kursi otomatis di baris kedua dan ketiga. Sensor tersebut ditemukan memiliki celah logika di mana dalam kondisi tertentu, tekanan atau keberadaan benda kecil tidak memicu perintah berhenti pada motor penggerak kursi.

Hal ini menciptakan risiko terjepit yang sangat tinggi, terutama bagi anak-anak yang sering berada di area belakang tanpa pengawasan langsung dari kursi depan.

Sebagai solusi darurat, Hyundai menjadwalkan perilisan pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA) yang diharapkan tersedia pada akhir April 2026.

Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas sensor deteksi hambatan dan menambahkan lapisan perlindungan algoritma baru pada sistem pelipatan kursi. Selama menunggu perbaikan resmi, Hyundai sangat menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak mengaktifkan fitur lipat kursi otomatis jika terdapat penumpang atau anak-anak di dekat area kursi.

Pihak pabrikan juga telah mengirimkan notifikasi resmi kepada para pemilik kendaraan melalui email, surat fisik, dan aplikasi telematics BlueLink. Para diler resmi Hyundai di Amerika Utara telah diinstruksikan untuk tidak menyerahkan unit baru kepada konsumen sebelum pembaruan keamanan tersebut terinstal secara sempurna.

Konfigurasi lipat jok penumpang baris ketiga

Langkah cepat ini diambil demi mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap lini SUV keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan Hyundai di pasar global.

Baca Juga: 5 Hal Paling Menarik dari Mercedes-Benz GLE Terbaru

Secara teknis, jika sistem OTA tidak dapat diakses oleh pemilik, mereka diwajibkan membawa unit ke bengkel resmi terdekat untuk proses re-programming modul kendali kursi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Hyundai juga mempertimbangkan penyesuaian desain fisik pada mekanisme engsel kursi untuk model produksi di masa depan guna memberikan perlindungan mekanis tambahan di luar sistem sensorik elektronik yang ada saat ini.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi industri otomotif global akan pentingnya pengujian fitur otomasi yang lebih ketat, terutama yang berinteraksi langsung dengan penumpang rentan.

Meskipun teknologi bertujuan untuk memberikan kenyamanan, faktor keselamatan pasif tetap tidak boleh dikesampingkan. Kasus ini kini tengah dipantau ketat oleh regulator keselamatan jalan raya di berbagai negara untuk memastikan standar keamanan global tetap terjaga.

Baca Artikel Asli