OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Ford Pecahkan Rekor Dunia Drag Race dengan Mustang Cobra Jet 2200, Tembus 6 Detik

Dian Tami Kosasih - Selasa, 28 April 2026
OtoNews Oto News Produk Baru Mobil News

KabarOto.com - Ford Performance kembali menggemparkan dunia balap trek lurus dengan memperkenalkan mahakarya terbaru mereka, Mustang Cobra Jet 2200. Meski banyak penggemar fanatik muscle car masih meragukan masa depan elektrifikasi, pabrikan justru membuktikan taji teknologi listrik dengan memecahkan rekor dunia sebagai mobil EV tercepat di lintasan quarter-mile (402 meter).

Dalam uji coba resmi di ajang NHRA 4-Wide Nationals di zMAX Dragway baru-baru ini, prototipe bertenaga monster ini berhasil mencatatkan waktu 6,832 detik dengan kecepatan puncak mencapai 355 kpj.

Baca Juga: Hanya Ada Seribu Unit, Intip Spesifikasi Edisi Spesial Ford Everest Wildtrak 2026

Angka 2200 pada namanya bukan sekadar hiasan. Nama tersebut merujuk pada output tenaga maksimal sebesar 2.200 dk yang dihasilkan dua motor listrik kustom. Ini merupakan lompatan besar dari pendahulunya, Super Cobra Jet 1800, karena memiliki tenaga 1.800 dk.

Secara teknis, Ford melakukan perombakan total pada sistem penggeraknya dengan membuat bobot mesin lebih ringan dan tambahan tenaga hingga 600 dk.

Selain itu, sistem kelistrikan tegangan tinggi ini didukung oleh baterai berkapasitas 32 kWh yang dirancang untuk pengosongan daya instan secara masif.

Ford juga menyematkan centrifugal clutch yang dipatenkan dan transmisi multi-percepatan untuk memastikan torsi melimpah tersalurkan dengan presisi ke roda belakang tanpa kehilangan traksi di detik-detik awal launch.

Baca Juga: Resmi Meluncur, Ford Mustang Dark Horse SC 2026 Bawa Teknologi Balap GT3 ke Jalan Raya

Menariknya, mobil ini juga menjadi jawaban atas pertanyaan transisi energi. Ford Performance tetap konsisten mengembangkan lini demonstrator EV mereka, mulai dari SuperVan 4.2 hingga Mach-E 1400.

Bagi Ford, Cobra Jet 2200 bukan sekadar alat pencetak rekor, melainkan laboratorium berjalan. Teknologi manajemen panas dan kepadatan daya baterai yang diuji di lintasan drag ini nantinya diharapkan bisa diadaptasi pada lini kendaraan listrik komersial mereka di masa depan.

Baca Artikel Asli