Francesco Bagnaia Abaikan Kritik, MotoGP 2026 Jadi Pembuktian
KabarOto.com - Francesco Bagnaia memilih menutup telinga dari kritik, dan membuka lembaran baru untuk MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu menegaskan, fokusnya kini hanya satu, bangkit dan kembali menunjukkan kelasnya di lintasan, tanpa terganggu suara-suara sumbang yang menurutnya tak lebih dari pemborosan energi.
Musim lalu menjadi fase yang tak mudah bagi Bagnaia. Ia menutup MotoGP 2025 di posisi kelima klasemen akhir dengan 288 poin, tertinggal jauh dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dan mengunci gelar juara dengan 545 poin. Hasil tersebut memantik gelombang kritik, sebagian tajam, sebagian lainnya datang dari mereka yang hanya menikmati kegagalan orang lain.
Baca Juga: Pedro Acosta Bakal Gantikan Francesco Bagnaia di Tim Pabrikan Ducati Pada MotoGP 2027?
Namun bagi Bagnaia, tidak semua kritik pantas mendapat ruang. Ia menilai sebagian besar komentar negatif justru tak memiliki nilai apa pun bagi perkembangan seorang pembalap profesional. Baginya, kunci bertahan di level tertinggi adalah kemampuan memilah mana masukan yang layak didengar dan mana yang sebaiknya diabaikan.
Ia mengakui, kritik yang konstruktif tetap penting. Ketika datang dari pihak yang tepat dan disampaikan dengan tujuan membangun, Bagnaia tak ragu untuk mendengarkan, mencerna, lalu menjadikannya bahan evaluasi. Sebaliknya, kritik yang tak masuk akal hanya akan mengganggu fokus dan mental bertarung, sesuatu yang ia anggap berbahaya di olahraga sekeras MotoGP.
Sebagai juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, Bagnaia sadar betul tekanan adalah bagian dari statusnya. Apalagi, ia merupakan anak didik Valentino Rossi, sosok legendaris yang dikenal kuat secara mental dan piawai mengelola ekspektasi publik. Warisan itu kini coba ia pegang teguh, terutama saat sorotan mengarah tajam kepadanya.
Saat ini para pembalap tengah menikmati libur musim dingin. Namun ketenangan itu tak akan berlangsung lama. MotoGP 2026 segera dimulai dengan rangkaian tes pramusim di Malaysia pada 3–5 Februari 2026, disusul Thailand pada 21–22 Februari. Di sanalah, Bagnaia akan memulai upaya membungkam keraguan.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Ungkap Penyebab Tampil Buruk di MotoGP 2025
MotoGP 2026 pun menjadi musim krusial bagi pembalap asal Italia tersebut. Jika kembali tampil di bawah ekspektasi, masa depannya bersama Ducati bisa berada di ujung tanduk, mengingat kontraknya akan berakhir pada akhir musim. Tekanan besar, tantangan nyata, dan kritik yang terus mengintai—semuanya kini menyatu dalam satu cerita besar: pembuktian Francesco Bagnaia.
Baca Original Artikel