OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Gucci Racing Alpine Formula One Siap Meriahkan Musim 2027

Kusnadi Chahyono - Senin, 01 Juni 2026
OtoSport Formula One

KabarOto.com - Dunia balap jet darat kembali diguncang oleh kolaborasi lintas industri yang sangat masif. Rumah mode mewah asal Italia, Gucci, secara resmi mengumumkan kemitraan jangka panjang dengan Alpine Formula One Team.

Langkah ini mencetak sejarah baru dalam industri motorsport, menandai untuk pertama kalinya sebuah rumah mode mewah (luxury fashion house) bertindak sebagai sponsor utama (title partner) dari sebuah tim yang berkompetisi di kasta tertinggi Formula 1.

Livery Ikonik Khas Warna Gucci

Mulai Kejuaraan Dunia FIA Formula One musim 2027, tim besutan Renault Group ini akan resmi mengaspal dengan nama 'Gucci Racing Alpine Formula One Team' dan menggunakan livery ikonik khas warna Gucci.

Baca Juga: Mercedes-AMG Petronas Beri Penjelasan Penyebab George Russell Tersingkir di F1 Kanada

Kolaborasi ambisius ini melahirkan platform bisnis dan pengalaman baru bertajuk "Gucci Racing". Platform ini dibangun di atas nilai-nilai performa tinggi, presisi, disiplin, dan keunggulan yang mempertemukan kemewahan dunia mode dengan kecepatan motorsport.

Identitas baru ini akan langsung dikenali melalui logo khusus yang memadukan lambang ikonik interlocking G milik Gucci dengan tulisan Gucci Racing.

Bagi Gucci, Formula 1 saat ini merupakan panggung global dengan jangkauan luar biasa yang mampu memberikan akses ke audiens premium, berusia muda, dan semakin beragam di berbagai pasar strategis di seluruh dunia.

Kehadiran brand fashion di grid Formula 1 sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru, melainkan sebuah tren yang terus berevolusi. Sebelum Gucci mengambil langkah ekstrem sebagai title sponsor, beberapa tim telah menggandeng merek mode ternama sebagai mitra pakaian resmi (official clothing partner).

Sebut saja kerja sama antara Hugo Boss dengan Aston Martin, Giorgio Armani dengan Scuderia Ferrari, hingga Tommy Hilfiger yang melekat erat dengan tim Mercedes-AMG Petronas.

Gucci Racing Alpine Formula One Team
Gucci Racing

Namun, keputusan Gucci untuk menaruh namanya sebagai bagian dari nama tim merupakan lompatan besar yang membawa hubungan antara F1 dan kultur pop kontemporer ke level yang jauh lebih tinggi.

Momentum ini datang di saat Alpine tengah menikmati grafik performa yang impresif di atas lintasan. Tim yang berbasis di Enstone ini sukses mengamankan posisi kelima di klasemen dan mencatatkan total poin awal musim terbaik dalam sejarah mereka.

Gucci Racing Alpine Formula One Team

Kemajuan teknis yang stabil di bawah arahan penasihat eksekutif Flavio Briatore menjadi daya tarik kuat bagi induk perusahaan Gucci, Kering, untuk menanamkan investasi jangka panjang mereka di tim ini.

CEO Renault Group, François Provost, turut menyambut hangat kerja sama ini sebagai aset kuat untuk mendongkrak pengaruh global Alpine.

Baca Juga: Lewis Hamilton Blak-blakan, Ferrari Kalah Tenaga untuk Kejar Mercedes di F1 2026

Presiden dan CEO Gucci, Francesca Bellettini, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan babak baru yang mencerminkan ambisi besar brand dalam memadukan performa tinggi dan budaya global.

Gucci Racing lebih dari sekadar kehadiran di grid, ini adalah ekspresi dari siapa kami dan ke mana kami ingin membawa brand ini. Formula 1 mewakili konvergensi unik antara performa, budaya, dan jangkauan global, dan Alpine Formula One Team adalah mitra yang tepat untuk menghidupkan visi ini,

ujar Francesca Bellettini.

Sinergi antara lintasan balap dan panggung catwalk ini dipastikan akan melintasi batas sirkuit. Selama beberapa musim ke depan, kemitraan antara Gucci dan Alpine akan diaktifkan melalui berbagai inisiatif kreatif, mulai dari konten eksklusif, peluncuran produk kolaborasi khusus, hingga pengalaman premium bagi klien kelas atas mereka.

Dengan dukungan penuh dari grup Kering dan Renault, 'Gucci Racing Alpine' tidak hanya mengincar trofi juara di atas aspal, tetapi juga siap mendominasi tren gaya hidup modern dan memperkuat relevansi kultural global mulai musim 2027.

Baca Artikel Asli